KUD Sejahtera bangun pabrik CPO dengan nilai investasi Rp100 miliar

4 hours ago 7

Musi Banyuasin, Sumsel (ANTARA) - Koperasi Unit Desa (KUD) Sejahtera di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, membangun pabrik pengolahan crude palm oil (CPO) dengan investasi sekitar Rp100 miliar, yang ditargetkan menjadi model hilirisasi sawit berbasis koperasi di daerah lain.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan pemerintah mendorong pembangunan pabrik CPO oleh koperasi untuk meningkatkan nilai tambah sekaligus memperkuat posisi tawar petani sawit.

“Memang sengaja kami bersama KUD Sejahtera berniat untuk menjadikan pabrik kelapa sawit ini menjadi contoh baru, role model yang akan kita replikasi di daerah-daerah lain,” ujar Ferry saat peresmian pabrik CPO KUD Sejahtera di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, Rabu.

Menurut dia, pemerintah telah mendorong koperasi sawit di berbagai daerah untuk mengikuti model KUD Sejahtera dengan masuk ke sektor pengolahan, sehingga koperasi tidak hanya berperan sebagai pengumpul tandan buah segar (TBS).

Ferry menyebut PT Agrinas Palma Nusantara telah menerima pendaftaran sekitar 20 koperasi yang berminat mendirikan pabrik CPO.

Selain itu, ia menyebut Kementerian Koperasi bersama Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) juga telah menerima pengajuan dari dua koperasi petani sawit yang ingin membangun pabrik CPO.

“Harapannya pabrik-pabrik CPO seperti ini yang dimiliki koperasi bisa berdiri di seluruh sentra sawit di Indonesia,” katanya.

Sementara itu, Ketua KUD Sejahtera Thamrin mengatakan investasi pembangunan pabrik mencapai sekitar Rp90 miliar untuk fasilitas pabrik. Dengan tambahan infrastruktur dan lahan, total investasi mencapai sekitar Rp100 miliar.

Ia menyampaikan pembiayaan pembangunan pabrik berasal dari pinjaman perbankan, modal anggota, serta penyertaan modal dari masyarakat dan pelaku usaha di sekitar koperasi.

Thamrin mengatakan pabrik tersebut memiliki kapasitas pengolahan hingga 45 ton tandan buah segar (TBS) per jam.

Menurut dia, keberadaan pabrik memberikan nilai tambah bagi petani anggota karena koperasi dapat memberikan kepastian penyerapan TBS sekaligus membuka peluang bagi anggota memperoleh bagian keuntungan dari usaha pengolahan sawit.

KUD Sejahtera saat ini memiliki 1.536 anggota dengan total kebun sawit milik anggota yang dikelola koperasi mencapai sekitar 3.074 hektare.

Sekitar 76 persen kebutuhan bahan baku pabrik dipasok dari kebun anggota KUD Sejahtera. Sementara kekurangan pasokan untuk mendukung operasional pabrik dipenuhi dari TBS petani di sekitar pabrik yang bermitra dengan koperasi.

Untuk pemasaran, lanjut Thamrin, produksi CPO KUD Sejahtera saat ini belum ditujukan untuk ekspor secara langsung. Produk dipasarkan kepada mitra industri, salah satunya Wilmar.

Baca juga: Menkop: LPDB siap dukung koperasi bangun pabrik CPO

Baca juga: Agrinas siapkan percontohan plasma sawit berbasis koperasi di Sumut

Baca juga: Menkop dorong koperasi bangun pabrik CPO perkuat hilirisasi sawit

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |