KPAI serukan kompetisi libatkan anak harus adil dan non-diskriminatif

4 hours ago 4

Jakarta (ANTARA) - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menilai bahwa setiap kegiatan pendidikan dan kompetisi yang melibatkan anak wajib menjunjung tinggi prinsip kepentingan terbaik bagi anak.

"Kegiatan tersebut harus menjalankan prinsip hak anak atas perlakuan yang adil dan non-diskriminatif. Semua peserta harus memperoleh kesempatan, penilaian, dan perlakuan yang setara," kata Ketua KPAI Aris Adi Leksono saat dihubungi di Jakarta, Rabu.

Hal itu dikatakannya menanggapi dugaan ketidakadilan dalam pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat.

Baca juga: Wapres beri semangat peserta LCC 4 pilar dari SMAN 1 Pontianak

Ia mengatakan anak yang mengikuti lomba hadir untuk mendapatkan pengalaman belajar, pengembangan karakter, sportivitas, dan ruang aktualisasi diri.

Sehingga ketika terdapat dugaan kesalahan penilaian, atau perlakuan yang dianggap tidak adil, maka hal tersebut berpotensi menimbulkan tekanan psikologis, rasa malu, kekecewaan mendalam, bahkan hilangnya kepercayaan anak.

Menurut dia, penyelenggara dan dewan juri memiliki tanggung jawab moral dan pedagogis untuk memastikan proses penilaian berlangsung objektif, akuntabel, dan dapat dipertanggungjawabkan.

"KPAI berpandangan kompetisi pendidikan tidak boleh berubah menjadi ruang yang mempermalukan, menjatuhkan mental, atau mengabaikan suara anak," kata Aris Adi Leksono.

Baca juga: MPR telaah sanksi tambahan terhadap dewan juri LCC Empat Pilar Kalbar

KPAI pun mendorong agar penyelenggara dan dewan juri melakukan evaluasi terbuka dan obyektif terhadap seluruh proses perlombaan, termasuk mekanisme penilaian dan validasi jawaban.

"Jika ditemukan kekeliruan, maka perlu ada klarifikasi dan pemulihan yang adil demi menjaga kepercayaan publik dan kesehatan psikologis peserta cerdas cermat," kata Aris Adi Leksono.

Seluruh pihak, termasuk masyarakat dan pengguna media sosial, diminta tetap menjaga etika dalam menyampaikan kritik dan tidak menyerang atau mengekspos identitas anak secara berlebihan.

"Polemik yang berkembang di ruang publik juga perlu dikelola dengan bijak agar tidak menimbulkan perundungan digital, eksploitasi emosi peserta, maupun serangan personal terhadap anak-anak yang terlibat," kata Aris Adi Leksono.

Baca juga: Sekjen MPR bantah juri LCC Empat Pilar Kalbar berpihak
Baca juga: MPR ulang final LCC Empat Pilar Kalbar dan ganti juri

Pewarta: Anita Permata Dewi
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |