Kontribusi perahu listrik bagi kawasan wisata Rammang-Rammang

4 hours ago 4

Jakarta (ANTARA) - Sebuah perahu berlayar membelah perairan sungai di kawasan Wisata Karst Rammang-Rammang yang berstatus warisan dunia UNESCO, bunyi mesin perahu itu sangat halus bahkan hampir tidak terdengar.

Tidak adanya suara deru mesin yang bising dari perahu itu membuat wisatawan bisa lebih menikmati panorama alam dan keheningan di kawasan wisata itu.

Itulah keunggulan perahu listrik yang merupakan bantuan dari PT PLN untuk mendukung kelancaran transportasi di kawasan Wisata Karst Rammang-Rammang di Maros, Sulawesi Selatan.

Menurut pengalaman Sunardi, anggota Komunitas Anak Sungai, perahu listrik yang diberikan PLN pada 1992 itu tidak hanya hening, tapi juga lebih hemat dibandingkan perahu berbahan bakar minyak.

Di tengah kondisi dunia yang penuh ketidakpastian saat ini hingga menimbulkan masalah dalam pasokan BBM, perahu listrik menjadi andalan dalam mendukung konektivitas di kawasan wisata itu.

Perahu listrik ini tidak hanya digunakan untuk mengantar wisatawan domestik maupun mancanegara, namun juga mendukung mobilitas anak-anak sekitar kawasan wisata untuk ke sekolah.

Perahu listrik ini juga dikagumi dan menjadi pilihan moda transportasi para wisatawan mancanegara yang datang dari berbagai negara seperti Arab Saudi, Belanda, Spanyol dan Australia karena mendukung keberlanjutan destinasi wisata Rammang-Rammang.

Kawasan wisata Rammang-Rammang memang memiliki sejumlah spot yang menawan dan terindah kedua di dunia setelah China terkait situs karst. Banyak sekali wisatawan yang mengambil foto baik dari perahu maupun ketika berlabuh.

Tidak hanya memiliki spot panorama indah, kawasan wisata berstatus warisan dunia UNESCO itu juga menyimpan sejumlah area wisata yang diperkirakan berasal dari 5 ribu hingga 20 ribu tahun lalu.

Sebagai contoh misalnya di area Dermaga 1, terdapat sebuah gua purbakala yang menyimpan lukisan dinding telapak tangan manusia prasejarah berusia puluhan ribu tahun.

Selain itu kawasan wisata ini juga memiliki sebuah Telaga Bidadari yang menjadi favorit wisatawan dari luar negeri karena bisa dipakai mandi sambil menikmati keindahan panorama.

Kekayaan wisata yang sangat bernilai ini tentunya membutuhkan dukungan kendaraan ramah lingkungan seperti perahu listrik untuk menjaga keberlanjutannya.

Ketika Tim Asesor UNESCO pada tahun 2022 datang untuk menilai kawasan wisata Rammang-Rammang, mereka diantar berkeliling kawasan dengan perahu listrik. Begitu juga ketika tim tersebut kembali lagi untuk melakukan validasi terhadap kawasan wisata karst itu pada 2026, perahu listrik kembali hadir sebagai transportasi ramah lingkungan.

Kehadiran perahu listrik ini tentu bakal menjadi penilaian tersendiri karena destinasi wisata itu sudah menerapkan aspek ramah lingkungan.

Bantuan perahu listrik dari PLN untuk mendukung destinasi wisata Karst Rammang-Rammang pada akhirnya diikuti oleh pihak lainnya, seperti pemerintah daerah setempat yang memberikan bantuan tiga unit perahu listrik.

Dengan adanya tambahan bantuan perahu listrik dari pemerintah daerah, maka armada perahu listrik di kawasan tersebut bertambah dan siap mendukung moda transportasi wisatawan dan dan warga sekitar.

Dampak positif TJSL

Kehadiran perahu listrik pada awalnya tidak terlepas dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN. Sebagai perusahaan energi di Indonesia, PLN berkomitmen dalam melaksanakan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) melalui berbagai inisiatif.

Sebagai bagian dari tujuan strategi korporat, PLN berfokus mewujudkan energi bersih dan mengurangi dampak lingkungan dengan berinvestasi dalam berbagai inisiatif keberlanjutan. PLN memiliki target untuk menyelaraskan operasional bisnis dengan standar iklim global. Untuk itu, mereka meningkatkan akses energi dan memastikan produksi energi yang berkelanjutan.

Selain tujuan lingkungan, PLN secara aktif terlibat dalam pemberdayaan komunitas melalui program TJSL. Inisiatif ini dirancang untuk mendukung komunitas lokal dengan peningkatan dan pemberdayaan lingkungan serta masyarakat. Melalui TJSL, PLN membantu menciptakan peluang berkelanjutan dan meningkatkan kualitas hidup di wilayah operasional.

Salah satu kontribusi nyata dari program TJSL ini adalah bantuan perahu listrik dari PLN dalam mendukung destinasi wisata Karst Rammang-Rammang itu.

Secara spesifikasi perahu listrik tersebut menggunakan mesin berkapasitas 1,47 kW berbaterai DC 2x58 Volt, dibandingkan dengan mesin diesel, suara perahu listrik senyap, sehingga wisatawan lebih nyaman saat berkunjung.

Perahu listrik berbahan fiber tersebut memiliki panjang 6,2 meter dan lebar 1 meter, sehingga bisa mengangkut sampai tujuh orang wisatawan.

Manager PLN Unit Layanan Pelanggan Maros Sadrach menyampaikan bahwa selain tidak menimbulkan suara bising, perahu listrik tersebut juga ramah lingkungan sehingga tidak menimbulkan polusi di kawasan wisata Rammang-Rammang.

Dalam rangka mendukung operasional perahu listrik tersebut, PLN juga membangun stasiun pengisian listrik umum atau SPLU di Dermaga 2 di kawasan wisata itu.

SPLU ini memiliki kapasitas 7.700 watt dan membuat pengisian daya ulang perahu listrik hanya membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga jam. Kemampuan SPLU yang dibangun oleh PLN ini tentunya mendukung mobilitas transportasi wisatawan dengan baik di kawasan wisata tersebut.

Salah satu tantangan yang dihadapi saat ini adalah kebutuhan bengkel perawatan perahu listrik.

PLN mempertimbangkan untuk menghadirkan bengkel perawatan perahu listrik tersebut ke depannya. Selain itu, perusahaan listrik pelat merah itu juga memikirkan untuk menambah fasilitas SPLU di kawasan wisata Rammang-Rammang apabila jumlah perahu listrik di sana semakin bertambah.

Program TJSL seperti yang dilakukan PLN melalui bantuan perahu listrik di kawasan wisata Rammang-Rammang tidak hanya berkontribusi positif dalam menjaga kelestarian lingkungan dan penghematan energi, namun juga membantu konektivitas dalam transportasi wisatawan maupun warga setempat.

Editor: Sapto Heru Purnomojoyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |