Komisi VII: Berdayakan peternak lokal penuhi kebutuhan susu nasional

1 hour ago 2

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia Chalim meminta Kementerian Perindustrian (Kemenperin) untuk memperkuat pemberdayaan peternak lokal agar mampu berproduksi secara profesional untuk memenuhi standar industri dan kebutuhan susu nasional.

"Industri pengolahan susu nasional kini menghadapi berbagai tantangan struktural, mulai dari keterbatasan pasokan susu segar dalam negeri, ketergantungan pada bahan baku impor, fluktuasi harga global hingga produktivitas peternak sapi perah rakyat yang masih perlu ditingkatkan," kata Chusnunia dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Dia mengatakan pemberdayaan peternak lokal menjadi penting agar kualitas susu yang dihasilkan peternak rakyat dapat sesuai dengan kebutuhan industri pengolahan.

Komisi VII DPR RI, kata dia, juga memberi perhatian terhadap kemampuan industri susu nasional dalam memenuhi kebutuhan di lapangan. Terlebih, program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menekankan pentingnya keberadaan industri pengolahan susu yang tangguh, efisien, dan berkelanjutan.

Selain itu menurut dia, data menunjukkan bahwa rata-rata konsumsi susu masyarakat Indonesia saat ini baru mencapai sekitar 16,6 liter per kapita per tahun, jauh tertinggal dari standar Food and Agriculture Organization (FAO) sebesar 30 liter per kapita per tahun.

"Kalau kebutuhannya mencapai 66 juta, sementara produksi hanya 20 juta, berarti ada sekitar 40 juta kekurangan yang harus dipenuhi," ujarnya.

Lebih lanjut, Chusnunia juga mengatakan program MBG sendiri menempatkan produk susu sebagai bagian dari ekosistem pangan bernutrisi yang membutuhkan dukungan industri dengan kapasitas produksi memadai, standar mutu yang tinggi serta rantai pasok yang stabil dan terintegrasi dengan sumber bahan baku dalam negeri.

Selain itu, dia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan pelaku industri agar pengembangan industri susu nasional berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan peternak dalam negeri.

"Fakta masih adanya kesenjangan antara permintaan dan produksi susu nasional harus dapat dimanfaatkan untuk memperluas lapangan kerja, khususnya bagi peternak lokal," tuturnya.

Sebelumnya, Komisi VII DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik ke PT Frisian Flag Indonesia di Cikarang, Jawa Barat pada Kamis (5/2) guna meninjau langsung kemampuan industri susu nasional dalam memenuhi kebutuhan di lapangan.

Baca juga: Anggota DPR: Pengendalian harga energi tumbuhkan ekonomi nasional

Baca juga: Komisi VII DPR soroti kesenjangan produksi susu untuk MBG

Pewarta: Benardy Ferdiansyah
Editor: Imam Budilaksono
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |