Medan (ANTARA) - Satgas Penanggulangan Bencana Alam (Gulbencal) Tombak Sakti (TS) Kodam I/Bukit Barisan menggunakan helikopter guna mempercepat penyaluran makanan di Desa Simaninggir, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara.
"Penyaluran bantuan untuk warga terdampak bencana dilakukan dengan menggunakan helikopter bell, mengingat kondisi lokasi yang sulit dijangkau melalui jalur darat," ujar Kapendam I/Bukit Barisan Kolonel Inf Asrul Kurniawan Harahap di Medan, Minggu.
Asrul mengatakan kegiatan itu merupakan bentuk respons cepat TNI dalam membantu percepatan penanganan bencana alam, serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.
Lebih lanjut, bantuan makanan tersebut di antaranya mi instan, air mineral, minyak goreng, telur, susu kental manis, roti panggang yang diperuntukkan bagi warga terdampak guna memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.
"Oleh karena itu pemenuhan kebutuhan dasar diprioritaskan, meski distribusi harus ditempuh melalui operasi udara," tutur dia.
Kapendam mengatakan droping logistik difokuskan pada wilayah terisolasi akibat dampak bencana, sehingga distribusi bantuan dapat dilakukan secara efektif, aman, dan tepat sasaran.
Pihaknya menyatakan dengan adanya droping logistik jalur udara tersebut, diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat serta mendukung proses pemulihan pasca-bencana.
Serta menegaskan akan terus mendukung penuh penanganan bencana di wilayah terdampak hingga seluruh akses kembali normal.
Kodam I/Bukit Barisan dan jajaran berkomitmen untuk terus hadir membantu masyarakat terdampak bencana melalui berbagai cara, baik jalur udara maupun darat.
Baca juga: Kodam I/BB lanjutkan bangun MCK di Tapanuli Selatan setelah bencana
Baca juga: Kodam I/BB intensifkan dapur lapangan, penuhi kebutuhan pengungsi
Baca juga: Kodam I/BB kirim logistik ke tiga lokasi bencana di Tapanuli Tengah
Pewarta: M. Sahbainy Nasution
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































