Kiat cegah kebocoran data pribadi dan limbah kemasan usai terima paket

3 months ago 17

Jakarta (ANTARA) - Peningkatan aktivitas belanja daring membawa konsekuensi risiko kebocoran data pribadi pada resi paket dan bertambahnya limbah kemasan.

Pemimpin jasa kurir TIKI, Yulina Hastuti, dalam siaran pers di Jakarta, Senin, menyatakan data pribadi pada resi paket harus diamankan konsumen setelah menerima paket untuk menghindari risiko disalahgunakan.

Dalam mencegah risiko kebocoran data pribadi dan mendukung kelestarian lingkungan, Yulina memaparkan langkah-langkahnya.

Pertama, karena label pengiriman memuat informasi sensitif maka konsumen dianjurkan merobek, menghapus, atau merusak bagian resi sebelum membuang kemasan.

Menurut Yulina, tindakan seperti itu penting untuk mencegah pihak tidak bertanggung jawab memanfaatkan informasi pribadi.

Dalam mengurangi limbah (reduce), dianjurkan untuk mengutamakan prinsip penggunaan kembali (reuse) kemasan yang masih layak, seperti kardus atau bubble wrap, sebelum membuang.

Baca juga: Apa yang harus dilakukan ketika ponsel hilang?

Apabila kemasan akan digunakan untuk pengiriman paket yang baru, pastikan label lama sudah dilepas atau tertutup sepenuhnya.

Jika kemasan sudah tidak layak pakai, konsumen dapat memisahkan limbah tersebut untuk selanjutnya memproses daur ulang (recycle).

Material seperti kardus dan plastik memerlukan penanganan berbeda. Kemasan berbahan kertas harus disimpan dalam kondisi kering. Plastik dapat dikumpulkan dan dikirimkan ke bank sampah atau fasilitas daur ulang terdekat.

Yulina mencatat bahwa dalam operasional internal perusahaan jasa pengirimannya, ia telah mengarahkan penggunaan kemasan plastik yang lebih cepat terurai.

Perusahaan juga mengumpulkan kembali kemasan bekas antar agen dan cabang untuk dipakai ulang.

Baca juga: IMEI: benteng digital pengguna ponsel

Baca juga: Biometrik cerdas untuk pelanggan telekomunikasi di era digital

Pewarta: Abdu Faisal
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |