Jakarta (ANTARA) - Dua produsen otomotif Kia dan GWM mendapatkan nilai jeblok terkait aspek keselamatan yang diujikan oleh Global NCAP #SaferCarsForAfrica karena memiliki nilai yang kurang memuaskan.
Dua kendaraan yang dimaksud adalah Kia Sonet dan GWM Haval Jolion. Laporan yang dirilis Global NCAP, Jumat, mengungkapkan bahwa Kia Sonet hanya memperoleh satu bintang untuk perlindungan penumpang dewasa, sedangkan GWM Haval Jolion mendapatkan dua bintang.
Kedua model tersebut sama-sama meraih tiga bintang untuk perlindungan penumpang anak.
Laporan dari laman resmi NCAP, hasil ini menimbulkan kekhawatiran mengenai standar keselamatan kendaraan yang dipasarkan di negara-negara berkembang.
Pada Kia Sonet, Global NCAP menemukan struktur bodi dan area pijakan kaki yang tidak stabil sehingga tidak mampu menahan beban benturan lebih lanjut.
Baca juga: Gugatan ICCU Hyundai-Kia disebut gagal selesaikan masalah
Dalam pengujian benturan samping, perlindungan terhadap dada penumpang juga dinilai buruk, yang akhirnya membatasi perolehan nilai keselamatan orang dewasa menjadi hanya satu bintang.
Sementara itu, GWM Haval Jolion menunjukkan perlindungan yang cukup baik pada kepala, leher, dan dada dalam benturan frontal.
Namun, perlindungan pada bagian lutut masih kurang memadai. Kedua kendaraan tersebut juga tidak dilengkapi airbag pelindung kepala samping sebagai fitur standar, sehingga pengujian benturan samping terhadap tiang tidak dapat dilakukan.
Chief Executive Officer Global NCAP, Richard Woods, menilai kondisi tersebut tidak dapat diterima. Menurutnya, produsen otomotif global masih menjual kendaraan dengan standar keselamatan yang lebih rendah di Afrika dibandingkan dengan model yang dipasarkan di Eropa.
“Tidak dapat diterima bahwa produsen global terus menjual mobil di Afrika dengan standar keselamatan yang tidak akan pernah mereka tawarkan di pasar seperti Eropa. Hasil satu bintang untuk Kia Sonet dan dua bintang untuk GWM Haval Jolion menunjukkan masih panjangnya jalan yang harus ditempuh industri ini,” ujar Woods.
Baca juga: Kia ingin membawa Carens EV ke pasar Indonesia
Senada dengan itu, Kepala Eksekutif Asosiasi Otomotif Afrika Selatan, Bobby Ramagwede, memperingatkan konsumen agar lebih berhati-hati dalam membeli kendaraan kelas bawah, baik baru maupun bekas.
Ia menilai tren terbaru menunjukkan banyak model yang dipasarkan di Afrika Selatan belum dibekali fitur keselamatan memadai.
Menurut Ramagwede, fitur dasar seperti airbag samping dan Electronic Stability Control (ESC) terbukti mampu meningkatkan keselamatan secara signifikan, namun masih belum menjadi perlengkapan standar pada banyak kendaraan.
Kondisi tersebut semakin memperlihatkan adanya kesenjangan standar keselamatan antara kendaraan yang dijual di pasar berkembang dan pasar maju, padahal keselamatan seharusnya menjadi hak yang sama bagi seluruh pengguna jalan.
Baca juga: Perusahaan kemukakan beda Kia All New Carens dengan Hyundai Stargazer
Baca juga: Kia EV9 GT dapat pengakuan positif dari media Jerman
Pewarta: Chairul Rohman
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026

















































