Ketua DPR AS yakin negosiasi cara terbaik atasi masalah Greenland

2 weeks ago 11

Moskow (ANTARA) - Ketua DPR Amerika Serikat Mike Johnson mengatakan negosiasi merupakan cara paling efektif untuk menyelesaikan ketegangan terkait klaim Amerika Serikat atas Greenland.

Johnson pun menegaskan tidak ada niat bermusuhan terhadap rakyat wilayah Arktik tersebut, di tengah ancaman Presiden Donald Trump untuk mengenakan tarif impor tinggi terhadap sejumlah negara Eropa.

Dalam wawancara dengan harian The Times, Johnson menyatakan Washington ingin mempertahankan hubungan persahabatan dengan Greenland.

“Kami jelas tidak memiliki itikad buruk terhadap rakyat Greenland. Ini adalah persahabatan, dan saya berharap itu dapat terus berlanjut,” ujarnya.

Pernyataan itu muncul sehari setelah Trump mengumumkan rencana pemberlakuan tarif 10 persen mulai Februari terhadap Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris, Belanda, dan Finlandia—yang seluruhnya merupakan mitra dekat Amerika Serikat—dengan ancaman kenaikan hingga 25 persen apabila Washington gagal mencapai kesepakatan pembelian Greenland.

Baca juga: Demokrat di Senat AS berupaya blokir tarif Trump untuk negara Eropa

Trump menyatakan tarif tersebut akan tetap berlaku sampai Amerika Serikat menandatangani kesepakatan terkait wilayah yang memiliki posisi strategis di kawasan Arktik itu.

Greenland merupakan wilayah otonom yang menjadi bagian dari Kerajaan Denmark, dengan kewenangan luas dalam pemerintahan domestik namun tetap berada di bawah kedaulatan Kopenhagen.

Meski demikian, Trump berulang kali menyatakan keinginannya agar Greenland menjadi bagian dari Amerika Serikat, dengan alasan kepentingan keamanan nasional dan persaingan geopolitik di kawasan utara.

Pernyataan tersebut memicu reaksi keras dari Denmark dan otoritas Greenland, yang secara terbuka memperingatkan Washington agar menghormati kedaulatan dan keutuhan wilayah mereka.

Sumber: Sputnik-OANA

Baca juga: Presiden Prancis Macron kecam ancaman tarif AS terkait Greenland

Penerjemah: Katriana
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |