Jakarta (ANTARA) - Bukan Disney namanya kalau tidak menyuguhkan sebuah kisah penuh makna dan menyenangkan bagi anak-anak.
Pada “Toy Story 5” garapan Sutradara Andrew Stanton dan Co-Sutradara Kenna Harris, penonton bakal diajak memahami perasaan mainan saat dihadapkan pada realita baru dunia, era digitalisasi yang mendominasi manusia.
Setelah berbagai petualangan panjang mulai dari ditangkap kolektor mainan, terdampar di pusat penitipan anak hingga berpisah dari sang pemilik Andy, Woody, Buzz dan Jessie harus berurusan dengan Lilypad, sebuah tab pintar yang canggih dan dapat menghubungkan semua orang hanya dalam satu layar saja.
Kehadiran Lilypad dianggap berbahaya bagi Bonny, sang pemilik Buzz dan kawan-kawan setelah Andy, karena membuat anak perempuan itu justru jarang bersosialisasi secara nyata dan banyak menghabiskan waktu di kamar.
Situasi yang dialami Bonny ini bahkan ditampilkan oleh Disney sebagai suatu permasalahan yang serius dan dapat mengancam tumbuh kembang anak-anak di masa depan bila teknologi digunakan tanpa adanya pengawasan.
Baca juga: "Toy Story" muncul dalam film pendek untuk kampanye kemanusiaan
Terdapat satu adegan di mana Jessie berusaha menyatukan Bonnie dengan teman-teman di seberang rumahnya. Alih-alih berhasil, Jessie yang ditemani Bullseye justru kaget jika anak-anak di rumah itu justru tidak berbicara satu sama lain dan saling menunduk menatap layar.
Jessie pun memastikan keadaan dengan naik ke atas atap dan melihat sudah tidak ada lagi anak-anak yang bermain dengan mainan. Ia pun langsung pulang dan melaporkan fenomena ini pada rekan-rekannya untuk mengatur strategi baru agar tidak ditinggalkan oleh Bonny.
Sudut pandang mainan
Bagi Jessie, kehadiran ini menjadi ancaman yang sangat serius. Luka lama akibat ditinggal oleh pemilik pertamanya di bawah kasur yang gelap pun kembali menganga lebar.
Terlebih setelah Bonny hanya menggeletakkan para mainan di sudut kamar. Lilypad juga berusaha memisahkan Bonny dengan mainan dengan mengirim sebuah pesan palsu kepada ayah Bonny.
Para mainan kemudian diletakkan begitu saja dalam sebuah kotak di gudang dekat garasi mobil.
Meski demikian, Jessie tidak menyerah. Dia memanfaatkan momen Bonny menginap di rumah temannya untuk menghadirkan pertemanan nyata kembali pada gadis kecil itu. Namun, Jessie dan Bullseye justru terbawa ke sebuah kandang hewan di sebuah rumah, yang ternyata adalah rumah lama Jessie.
Baca juga: Taylor Swift bawakan lajur suara orisinal film Toy Story 5
Di sana Jessie bertemu dengan Smarty Pants, Snappy dan Atlas, mainan lama yang lebih canggih. Dengan bantuan mereka, Jessie berusaha mengirim kabar pada Bonny. Sayangnya, karena cemooh teman sebaya, Bonny yang datang setelah menerima pesan itu malah berbalik meninggalkan Jessie.
Bonny malu terlihat bermain bersama mainan, sedangkan temannya yang lain sudah tampak lebih dewasa dengan memainkan tab pintar.
“Apakah aku tidak terlalu baik menjadi sebuah mainan?” kata Jessie.
Pertanyaan inilah yang disampaikan Disney melalui Jessie. Disney seakan ingin anak-anak memikirkan kembali alasan kenapa meninggalkan mainan yang berharga dan selalu menemani di momen-momen yang berharga.
Untungnya dengan bantuan Woody, Buzz dan pasukan Multi Buzz, Jessie bisa mendapatkan semangatnya kembali menemui Bonny sambil membawakan teman baru bernama Blaze Manoukian yang cocok untuknya.
Perjuangan Jessie juga diselingi dengan kisah cintanya bersama Buzz serta perjuangan Multi Buzz untuk menemukan komandan bintang yang tak kalah menarik.
Baca juga: "Toy Story 5" hadirkan konflik mainan dengan tablet pintar
Teknologi bisa jadi teman
Disney turut menyajikan sudut pandang dari sisi Lilypad. Tab pintar itu berpikir dirinya tahu segalanya sampai yang terbaik untuk Bonny.
Menurutnya Bonny sudah cukup umur untuk tidak hanya bermain dengan mainan, tetapi juga menjalin pertemanan secara lebih luas.
Pada mulanya, Lilypad bahkan meremehkan para mainan dan tidak memperdulikan makna atau manfaat pertemanan yang nyata bagi Bonny. Sampai akhirnya dia melihat dampak buruk pertemanan yang tidak tulus pada Bonny.
Lilypad mengorbankan dirinya masuk dalam peti kemas sebuah truk dan meninggalkan Bonny.
Setelahnya, Lilypad bertemu dengan Jessie dan kawan-kawan untuk menjalankan misi mempertemukan Blaze dan Bonny. Melalui kolom percakapan dalam Lilypad, para mainan mengirim pesan agar Blaze datang menemui Bonny di rumah.
Lilypad mengorbankan waktunya bersama Bonny agar dia bisa tetap bermain sebagaimana usianya yang masih aktif berimajinasi dan gemar eksplorasi berbagai macam permainan.
Kisah ditutup dengan berhasilnya Bonny memiliki teman baru. Keduanya dengan asyik bermain dengan para mainan dengan berbagai imajinasi kreatif.
Dari “Toy Story 5” kita dapat belajar bahwa pertemanan yang tulus dan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang akan membawa dampak positif bagi semua anak-anak.
Lagi-lagi Andy benar. Melalui dialog fenomenalnya, hal yang membuat mainanmu menjadi istimewa adalah mereka tidak akan pernah menyerah untukmu. Para mainan akan selalu ada untukmu apa pun yang terjadi.
Baca juga: Woody koboi tampil beda pada trailer terbaru "Toy Story 5"
Baca juga: Toy Story 5 rilis cuplikan penggoda, mainan lawas vs perangkat modern
Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































