Kenali penyebab dan tanda-tanda demam reumatik pada anak

3 months ago 16

Jakarta (ANTARA) - Dokter spesialis anak dari Rumah Sakit Umum Haji Medan dr. Rizky Adriansyah menjelaskan penyebab dan tanda-tanda gejala demam reumatik pada anak.

Ia menjelaskan, demam reumatik diakibatkan oleh reaksi kekebalan tubuh yang terjadi satu sampai lima minggu setelah radang tenggorok karena infeksi bakteri Streptococcus Grup A.

"Jadi, infeksinya awalnya di tenggorok oleh kuman Streptococcus Grup A. Kemudian ada yang akhirnya diingat oleh daya tahan tubuh kita, itu adalah penyebab dari terjadinya radang infeksi," katanya dalam acara diskusi di Jakarta Pusat, Senin.

"Jadi awalnya infeksi tenggorok kemudian muncul yang namanya demam reumatik," kata dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara itu.

Menurut dia, demam reumatik umumnya ditandai dengan demam tinggi yang tidak kunjung sembuh selama lebih dari 48 jam atau dua hari dan biasanya tidak dapat diatasi dengan obat demam biasa.

Apabila anak mengalami gejala demam yang demikian, dokter menyarankan orang tua segera membawa anak ke dokter.

"Jangan dibiarkan. Orang tua harus membawa anaknya ke dokter. Dokter nanti yang menentukan (penyebabnya) ini virus, ini bakteri," kata dokter Rizky.

Ia mengatakan bahwa penderita demam reumatik dapat mengalami gejala yang lain, termasuk di antaranya bengkak sendi.

Apabila mendapati gejala tersebut, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan seperti pengecekan jantung dan darah.

Selain bengkak sendi, ruam merah melingkar, rasa gelisah seperti menari, serta keluhan sesak nafas, jantung berdebar, dan mudah lelah dapat terjadi pada anak yang mengalami demam reumatik.

Baca juga: Waspadai jantung reumatik pada anak yang sering minta dipijat

Serangan demam reumatik yang berat atau berulang dapat menyebabkan kerusakan katup jantung, yang disebut penyakit jantung reumatik. Penyakit ini dapat menyebabkan gagal jantung dan stroke.

"Kalau sudah penyakit jantung rematik, biasanya dokter akan periksa jantungnya lebih detail lagi. Ada suara jantung yang tidak normal seperti bocor, artinya ada kebocoran di jantung," kata dokter Rizky.

Ia menyampaikan bahwa demam reumatik dapat dicegah dengan segera mengobati infeksi dan radang tenggorokan, tidak berbagi alat makan dengan orang lain, rutin sikat gigi, menutup mulut saat bersin, membiasakan mencuci tangan, mengurangi kepadatan kamar tidur, dan memperbaiki ventilasi di rumah maupun sekolah.

"Kalau ada anak mengalami infeksi tenggorok itu harus segera diobati, jangan dibiarkan. Kemudian jaga kebersihan alat makan dan sanitasi," katanya.

Baca juga: Kiat mengatasi demam anak pada malam hari

Baca juga: Penyintas demam berdarah punya risiko komplikasi jantung lebih tinggi

Pewarta: Farhan Arda Nugraha
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |