Kementerian ESDM prioritaskan bantu ibu dan anak terdampak gempa NTT

7 hours ago 6

Manggarai (ANTARA) - Tim ESDM Siaga Bencana Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memprioritaskan pemenuhan kebutuhan ibu dan anak di sejumlah titik pengungsian terdampak gempa di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ketua Tim ESDM Siaga Bencana Rudy Sufahriadi mengatakan tim menghimpun sekaligus menyalurkan beberapa kebutuhan warga secara langsung selama peninjauan sejumlah lokasi terdampak di Manggarai, Minggu.

“Dukungan pertama adalah kebutuhan ibu dan anak, makanan pokoknya masyarakat, itu yang pertama dulu. Sembakonya masyarakat ternyata sudah cukup, kebutuhan ibu dan anak ada beberapa yang harus dipenuhi,” kata Rudy di Posko Dua ESDM Siaga Bencana, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Minggu.

Menurut dia, sejumlah kebutuhan warga yang belum tersedia telah dicatat untuk ditindaklanjuti, sedangkan beberapa jenis bantuan telah disiapkan dan masih dalam perjalanan menuju wilayah terdampak.

“Ada permintaan yang masih ada di jalan, sebelum masyarakat minta kita sudah siapkan, tinggal nunggu kedatangan. Antara lain tenda dan selimut buat bayi,” ujar dia.

Di Posko Dua ESDM Siaga Bencana Wilayah Tengah di Reok, tim menyalurkan bantuan pangan antara lain 100 karung beras, 20 dus mi instan, lima dus bubur bayi, 10 dus susu, 100 bungkus gula pasir, dan 100 botol minyak goreng.

Tim juga menyerahkan bantuan kesehatan yang terdiri atas 15 jenis obat, vitamin, dan kebutuhan habis pakai, masing-masing sebanyak 30 boks.

Bantuan kesehatan tersebut antara lain untuk penanganan demam, batuk, diare, alergi dan gatal, serta mencakup oralit, vitamin anak, pembalut wanita, dan minyak kayu putih.

Selain memenuhi kebutuhan di lokasi yang telah dijangkau, Rudy mengatakan tim berupaya mendatangi masyarakat di wilayah yang lebih jauh karena dampak gempa tersebar dan tidak terkonsentrasi di satu tempat.

“Bencana ini kan parsial ya, tempatnya banyak, kecil-kecil, enggak di satu tempat. Jadi memang harus kita memperhatikan pertama karena lokasinya jauh-jauh, tempatnya banyak,” ujar Rudy.

Sejumlah warga terdampak gempa beraktivitas di tenda pengungsian mandiri di Desa Salama, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Minggu (23/8/2026). (ANTARA/Aria Ananda)

Kebutuhan serupa ditemukan di salah satu posko mandiri di Desa Salama, Kecamatan Reok, tempat sejumlah warga masih bertahan setelah rumah mereka rusak akibat gempa.

Marifah (50), warga Desa Salama, mengatakan tenda, selimut, dan terpal menjadi kebutuhan mendesak karena sebagian warga belum berani kembali ke rumah dan masih tinggal di tempat pengungsian sederhana.

“Paling butuh saat ini kita tenda sama selimut. Soalnya malam dingin sekali. Sama terpal juga, terpal seadanya kita pakai di tanah,” katanya.

Ia mengatakan kebutuhan bayi seperti popok, minyak telon, minyak kayu putih, dan susu juga masih diperlukan karena sejumlah toko di sekitar tempat tinggalnya tutup setelah gempa.

Marifah menyebut posko mandiri yang ditempatinya menampung sekitar 30 orang, termasuk bayi dan balita. Beberapa warga masih memenuhi sejumlah kebutuhan sehari-hari secara mandiri, termasuk memasak menggunakan kayu bakar.

Berdasarkan pemutakhiran Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Sabtu (22/8), pukul 16.00 WIB, terdapat 41.427 pengungsi dan 285 korban luka di Kabupaten Manggarai.

Secara keseluruhan, jumlah pengungsi akibat gempa M7,7 di NTT mencapai 150.576 orang.

BNPB mencatat sebanyak 954 ton bantuan logistik telah didistribusikan ke wilayah terdampak sejak 15 hingga 22 Agustus melalui Labuan Bajo dan Maumere untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

Sejumlah warga menerima bantuan logistik bagi korban gempa di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Minggu (23/8/2026). (ANTARA/Aria Ananda)

Pewarta: Aria Ananda
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |