Kementan perkuat pengembangan jagung pangan untuk pasok industri

2 hours ago 1

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat pengembangan komoditas jagung pangan untuk mendukung kebutuhan industri pangan nasional sekaligus memperkuat pasokan di dalam negeri.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Yudi Sastro mengatakan kebijakan pengembangan komoditi jagung menjadi bagian dari target swasembada jagung 2026 dengan proyeksi produksi mencapai 18 juta ton pipilan kering.

“Melalui penguatan kemitraan dan hilirisasi, jagung tidak hanya menjadi komoditas pakan, tetapi juga sumber bahan baku industri pangan bernilai tambah tinggi bagi ekonomi nasional,” kata Yudi dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.

Dia menyampaikan program pengembangan jagung pangan dilaksanakan sebagai tindak lanjut arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk memperluas pemanfaatan jagung tidak hanya sebagai pakan ternak, tetapi juga sebagai bahan baku industri pangan nasional guna meningkatkan nilai tambah komoditas dalam negeri.

Menurutnya pengembangan jagung pangan sangat memungkinkan didukung teknologi pengolahan yang semakin maju.

"Peningkatan produksi terus menunjukkan tren positif. Badan Pusat Statistik memproyeksikan potensi produksi jagung pada periode Januari-Maret 2026 mencapai 4,94 juta ton, naik 4,18 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya," ujarnya.

Ditopang surplus dan stok carry over sekitar 4,5 juta ton berdasarkan perhitungan neraca pangan nasional, pemerintah memastikan kebutuhan dalam negeri dapat dipenuhi tanpa impor. Untuk melindungi produsen, harga pembelian di tingkat petani ditetapkan Rp5.500 per kilogram.

Ketersediaan produksi tersebut menjadi dasar pemerintah memperluas pemanfaatan jagung ke sektor industri pangan. Selama ini jagung nasional didominasi untuk pakan ternak, terutama ayam petelur dan pedaging.

Pemerintah kini mendorong pemanfaatannya sebagai bahan baku industri pangan domestik untuk mengurangi ketergantungan pasokan luar negeri sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas jagung.

Kebutuhan jagung pangan untuk industri nasional diperkirakan mencapai sekitar 450.000 ton per tahun, terutama untuk industri pengolahan pati dan turunan pangan.

Salah satu industri yang membutuhkan pasokan jagung berdaya pati tinggi adalah PT Tereos FKS Indonesia. Untuk mendukung kebutuhan tersebut, Kementan berkoordinasi dengan produsen benih nasional, termasuk PT Restu Agropro Jayamas di Kediri, Jawa Timur.

Baca juga: Mentan/Kabapanas: 9 komoditi pangan di Indonesia capai swasembada

Baca juga: Mentan: NTB jadi pusat komoditas bawang putih dan jagung nasional

Sementara itu, Direktur Hilirisasi Hasil Tanaman Pangan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementan Tiurmauli Silalahi menambahkan pemerintah memperkuat sinergi antara petani dan industri melalui pengembangan varietas jagung pangan sesuai kebutuhan industri.

“Saat ini Direktorat Hilirisasi Hasil Tanaman bersama Kementerian Koordinator Bidang Pangan melakukan sosialisasi dan menjalin kerja sama dengan berbagai provinsi sentra jagung untuk memastikan pasokan industri berjalan berkelanjutan,” kata Tiurmauli

Kementan optimistis strategi itu menempatkan jagung sebagai komoditas strategis yang tidak hanya menopang sektor peternakan, tetapi juga menjadi fondasi pertumbuhan industri pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |