Kemenkes: RS Kardiologi Emirates-Indonesia akan terima BPJS Kesehatan

6 days ago 7

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan RS Kardiologi Emirates-Indonesia di Surakarta, Jawa Tengah siap melayani pasien BPJS Kesehatan untuk memperluas jangkauan pelayanan kesehatan bagi setiap lapisan masyarakat.

Dalam pernyataan diterima di Jakarta, Jumat, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyebut langkah tersebut sejalan dengan komitmen pemerintah memastikan bahwa fasilitas medis itu merupakan aset publik yang harus dapat diakses secara luas.

"Jadi, rumah sakit ini harus dirawat dengan baik. Ini adalah rumah sakitnya rakyat Indonesia," ujar Menkes Budi.

RS Kardiologi Emirates-Indonesia yang berlokasi di Solo Technopark sejauh ini telah melayani 582 pasien sejak resmi beroperasi. Saat ini, rumah sakit hasil hibah Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) tersebut tengah memprioritaskan integrasi layanan agar dapat segera melayani pasien BPJS Kesehatan, guna memperluas jangkauan pelayanan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Wali Kota Surakarta, Respati Ahmad Ardianto menyampaikan bahwa proses administrasi agar rumah sakit ini dapat menerima pasien melalui asuransi kesehatan negara tersebut saat ini tengah dipercepat.

Baca juga: Prabowo resmikan RS Emirates-Indonesia: Ini simbol persahabatan negara

"Kami sedang mengupayakan proses kredensial dalam waktu enam bulan ke depan agar rumah sakit ini dapat melayani pasien BPJS Kesehatan," jelas Respati.

Pihak manajemen melalui Direktur Utama RSUP Dr. Sardjito selaku rumah sakit pengampu, Eniarti, menambahkan bahwa keterjangkauan biaya menjadi misi utama dalam operasional rumah sakit ini.

"Saat ini kami juga sedang berupaya agar dapat melayani pasien BPJS Kesehatan, sehingga layanan ini dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat," ujar Eniarti.

Ke depan, layanan BPJS Kesehatan akan didukung oleh teknologi medis mutakhir yang telah tersedia, seperti Hybrid Cath Lab dan MRI. Integrasi layanan asuransi ini diharapkan mampu mempercepat penanganan kasus jantung kompleks bagi masyarakat yang sebelumnya terkendala biaya, mengingat serangan jantung membutuhkan penanganan cepat dalam periode emas (golden period).

Selama masa transisi, operasional rumah sakit akan tetap berada di bawah pengawasan RSUP Dr. Sardjito guna menjamin mutu pelayanan bagi peserta BPJS Kesehatan tetap terjaga.

Sinergi itu ditargetkan mampu menjadikan RS Kardiologi Emirates-Indonesia sebagai rumah sakit rujukan jantung utama di Jawa Tengah yang inklusif bagi seluruh kelompok ekonomi.

Baca juga: Prabowo: Pasien jantung tak perlu lagi berobat ke luar negeri

Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |