Kemendikdasmen: Bantuan buku bacaan bantu anak melalui masa pemulihan

1 week ago 11
...Kemendikdasmen hadir untuk memastikan anak-anak tetap memperoleh hak belajar meskipun berada dalam situasi sulit

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengirimkan bantuan buku bacaan yang membantu anak-anak melalui masa pemulihan termasuk di SMP Negeri 2 Dewantara, Kabupaten Aceh Utara, Aceh.

Dalam pernyataan diterima di Jakarta, Selasa, Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Dirjen PAUD Dasmen), Gogot Suharwoto, menyatakan bahwa pemulihan layanan pendidikan pascabencana tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik bangunan sekolah, tetapi juga pada pemulihan semangat belajar dan rasa aman setiap murid.

"Kemendikdasmen hadir untuk memastikan anak-anak tetap memperoleh hak belajar meskipun berada dalam situasi sulit. Bantuan buku bacaan, perangkat pendukung sekolah, hingga dukungan psikososial adalah bagian dari upaya kami untuk memulihkan ekosistem pendidikan secara utuh, agar sekolah kembali menjadi ruang yang aman, nyaman, dan penuh harapan bagi murid," kata Dirjen Gogot.

Dia menjelaskan berdasarkan data terbaru per 25 Januari 2026, tercatat sebanyak 32 ribu buku teks utama telah disalurkan ke Aceh. Sementara untuk buku nonteks pelajaran sebanyak 23 ribu.

Dalam pernyataan serupa, Kepala SMP Negeri 2 Dewantara, Islainiah, menyampaikan bahwa bantuan buku bacaan literasi sangat membantu sekolah dalam masa pemulihan.

Baca juga: Ratusan anak di dua SD di Tukka Tapteng diberikan pemulihan trauma

"Bantuan buku bacaan literasi sangat bermanfaat bagi peserta didik. Buku-buku tersebut kami gunakan dalam kegiatan pembelajaran dan literasi untuk membantu anak-anak kembali fokus dan bersemangat belajar setelah banjir," ujarnya.

Selain buku bacaan literasi, SMP Negeri 2 Dewantara juga menerima bantuan laptop Merah Putih dari Dinas Pendidikan dan saat ini digunakan untuk mendukung kegiatan administrasi. Sekolah juga menerima Buku Yasin serta alat-alat kebersihan yang dimanfaatkan dalam proses pembersihan lingkungan sekolah pascabanjir.

Kegiatan pembelajaran di SMP Negeri 2 Dewantara sendiri sudah kembali dimulai sejak Senin (5/1). Pembelajaran dilaksanakan dengan delapan rombongan belajar, memanfaatkan 8 ruang kelas dari total 16 ruang kelas yang dimiliki sekolah, dengan penggunaan meja secara terbatas dan disesuaikan dengan kondisi pascabanjir.

Banjir mengakibatkan kerusakan pada sejumlah fasilitas pendidikan, antara lain Ruang Guru, Ruang TIK, Laboratorium IPA, tujuh ruang kelas, UKS, perpustakaan, toilet, serta musala. Kondisi itu menyebabkan keterbatasan ruang belajar yang dapat difungsikan secara optimal.

Baca juga: Pelajar di SMAN 1 Tukka belajar di tenda darurat hingga PJJ

SMP Negeri 2 Dewantara saat ini melayani 185 peserta didik dengan dukungan 22 guru dan 13 tenaga kependidikan.

Selain pemulihan fisik sarana prasarana, sekolah juga melaksanakan kegiatan psikososial bagi murid pascabanjir untuk membantu pemulihan kondisi mental dan emosional peserta didik.

Dalam masa pemulihan ini, SMP Negeri 2 Dewantara masih membutuhkan dukungan lanjutan untuk menunjang proses pembelajaran, baik dari sisi sarana prasarana maupun perangkat pendukung lainnya. Sekolah berharap pemulihan dapat berjalan secara bertahap agar seluruh fasilitas kembali berfungsi optimal dan peserta didik dapat mengikuti pembelajaran dengan aman dan nyaman.

Baca juga: Realokasi anggaran untuk bencana, Mendikdasmen prioritaskan bantu guru

Baca juga: Kemendikdasmen salurkan Rp25 miliar untuk tangani bencana Sumatera

Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |