Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kebudayaan mengatakan kompetisi penulisan skenario film bertajuk "Skenario Inspiratif Nasional Ekspresi Merawat Asa (Sinema) 2025" menjadi salah satu upaya untuk mencetak film-film berkualitas dengan tema kepahlawanan yang layak disimak seluruh masyarakat Indonesia.
"Kalau film kita yang berisikan narasi kepahlawanan ditonton oleh sedikit orang berarti kan yang terpapar ide dan isi cerita, motivasi hanya sedikit. Nah kita ingin dalam hal ini film yang bagus, layak ditonton oleh seluruh penduduk Indonesia," ujar Direktur Film, Musik, dan Seni, Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, Pembinaan Kebudayaan Kementerian Kebudayaan Syaifullah dalam webinar yang dipantau dari Jakarta, Senin.
Menurutnya, masih banyak film-film dengan narasi kepahlawanan yang gagal di pasaran. Oleh karenanya, lewat penjurian ketat, diharapkan kompetisi menulis skenario film ini mampu menghadirkan narasi film yang kuat dan menarik.
"Kita ingin film itu bagus, yang harus diawali dengan oleh cerita yang bagus. Di narasi di alam skenario menjadi penting," katanya lagi.
Baca juga: Pemerintah dukung perkembangan film tema kepahlawanan lewat "Sinema"
Ia pun mencontohkan terkait seorang tokoh sejarah yang dapat diangkat menjadi penulisan skenario film, yang dapat dihadirkan cerita tak hanya mengenai kelahiran hingga kematian namun juga sisi lain kehidupan yang menjadi titik balik dan layak menjadi sumber inspirasi dan pembelajaran bagi masyarakat.
"Misalnya Habibie Ainun, sangat menarik," tegasnya.
Syaifullah pun berharap agar kompetisi ini dapat terus berjalan secara berkelanjutan sehingga Indonesia memiliki koleksi film-film dengan narasi kepahlawanan yang tersebar di seluruh Indonesia.
Kompetisi Skenario Sinema 2025 menghadirkan kategori penulisan skenario film cerita pendek, pendaftaran kan ditutup pada 15 November 2025 serta kategori skenario cerita Panjang akan ditutup pada 31 Januari 2025.
Penjurian akan dilakukan kurang lebih satu bulan dan pemenang akan diumumkan bertepatan pada Hari Film Nasional 2026 yang diperingati setiap 30 Maret.
Baca juga: Taman Ismail Marzuki ditargetkan jadi sentral sinema di Jakarta
Baca juga: Menteri Kebudayaan berharap pertumbuhan industri film berkelanjutan
Pewarta: Sinta Ambarwati
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































