Kemenag perkuat transformasi madrasah lewat revitalisasi-digitalisasi

2 days ago 2
Melalui Program Ekoteologi berbagai aksi pelestarian lingkungan juga terus digerakkan sebagai wujud pengamalan nilai-nilai agama

Jakarta (ANTARA) - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan transformasi madrasah terus diperkuat melalui revitalisasi infrastruktur, digitalisasi pembelajaran, implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), hingga pengarusutamaan Ekoteologi sebagai fondasi pendidikan yang berkarakter dan berkelanjutan.

“Investasi terbesar bangsa adalah membangun sumber daya manusia," ujar Menag Nasaruddin Umar dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Menag mengatakan transformasi madrasah tersebut menjadi bagian penting dari strategi Kementerian Agama (Kemenag) dalam menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. Ia menyatakan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan investasi terbesar bangsa.

Karena itu transformasi pendidikan Islam harus mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter, toleran, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan.

Baca juga: Kemenag ungkap program-program di madrasah untuk transformasi digital

Untuk mendukung transformasi tersebut, pihaknya terus memperkuat sarana dan prasarana pendidikan. Hingga saat ini sebanyak 556 madrasah dan sekolah keagamaan telah direvitalisasi, disertai pembangunan 352 madrasah dan 34 Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN).

Digitalisasi pembelajaran juga diperluas melalui distribusi 2.180 Papan Interaktif Digital (PID) kepada 551 madrasah di berbagai daerah.

Selain memperkuat infrastruktur, Kementerian Agama mengembangkan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) sebagai pendekatan pembelajaran yang menanamkan nilai kasih sayang, toleransi, kepedulian sosial, dan penghormatan terhadap keberagaman.

Baca juga: Kemenag percepat transformasi digital madrasah

Menurut Menag, pendidikan harus membentuk manusia yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan mampu hidup berdampingan dalam masyarakat yang majemuk.

Penguatan karakter tersebut diperluas melalui Program Ekoteologi, yang mengintegrasikan nilai-nilai agama dengan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

Berbagai aksi nyata telah dilakukan, mulai dari gerakan penanaman sejuta pohon, pelestarian mangrove dan terumbu karang, hingga pemanfaatan eco-enzyme sebagai bagian dari ikhtiar menjaga bumi melalui pendekatan keagamaan.

“Melalui Program Ekoteologi berbagai aksi pelestarian lingkungan juga terus digerakkan sebagai wujud pengamalan nilai-nilai agama,” ujar Menag Nasaruddin Umar.

Baca juga: Kemenag Sumbar gagas gerakan ekoteologi madrasah

Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |