Kemarin, progres kelistrikan di Aceh sampai pencabutan izin PBPH

1 month ago 31

Jakarta (ANTARA) - Sejumlah pemberitaan humaniora menjadi fokus pembaca pada Senin (15/12), termasuk informasi terbaru mengenai progres daerah Aceh yang kembali dialiri listrik setelah banjir bandang dan longsor.

Selain itu terdapat pula kabar mengenai selesainya pembangunan jembatan bailey yang menghubungkan Kabupaten Bireuen ke Bener Meriah, pencabutan 22 izin usaha hutan, serta Pemerintah Aceh yang meminta bantuan dua lembaga internasional.

Berikut sejumlah berita kemarin yang masih menarik untuk dibaca hari ini:

Dinas ESDM sebut 60 persen kelistrikan di Aceh masih padam

Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Aceh menyebutkan 60 persen kelistrikan di provinsi ujung barat Indonesia tersebut pasca-bencana masih padam akibat banjir bandang dan longsor pada akhir November 2025.

Baca selengkapnya di sini

Jembatan bailey rampung, akses Bireuen-Bener Meriah kembali terbuka

Jembatan bailey Teupin Mane sebagai akses jalan nasional dari Kabupaten Bireuen ke Bener Meriah di Provinsi Aceh berhasil disambungkan sehingga lalu lintas antarkedua daerah berjalan normal lagi.

Baca selengkapnya di sini

Pemerintah cabut 22 izin pemanfaatan hutan seluas 1 juta hektare

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni melaporkan bahwa pemerintah mencabut sebanyak 22 Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) dengan total luas mencapai 1.012.016 hektare secara nasional.

Baca selengkapnya di sini

Aceh minta bantuan penanganan bencana kepada dua lembaga PBB

Pemerintah Aceh meminta keterlibatan dua lembaga internasional di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk membantu menangani pascabencana banjir bandang dan longsor di tanah rencong.

Baca selengkapnya di sini

Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |