Jakarta (ANTARA) - Kejuaraan Nasional BMX Racing 2026 yang berlangsung di Banyuwangi, Sabtu, diharapkan menjadi momentum regenerasi atlet BMX ke depannya.
Wasekjen I KONI Pusat Mayjen TNI Purn Erdi Lumintang mengatakan bahwa kejuaraan ini bukti nyata Pengurus Pusat Indonesia Cycling Federation (PP ICF) menjalankan program pembinaan dari akar rumput.
"KONI Pusat menyambut baik kejuaraan ini dan menyampaikan apresiasi kepada PP ICF di bawah kepemimpinan Jenderal Polisi Dr. Listyo Sigit Prabowo yang konsisten menjalankan program pembinaan,” kata Erdi Lumintang dalam keterangan resmi, Sabtu.
“Terima kasih juga kepada Bupati Banyuwangi, Ibu Ipuk Fiestiandani, atas dukungan penuhnya sebagai tuan rumah,” lanjut Erdi Lumintang.
KONI Pusat berharap melalui kejurnas ini, akan lahir bibit-bibit baru yang mampu melanjutkan tradisi prestasi olahraga sepeda Indonesia di kancah internasional.
Baca juga: Atlet BMX Indonesia raih emas pada ajang di Thailand
Sebagai catatan, tim internasional BMX Indonesia baru saja menorehkan prestasi gemilang di ajang ASEAN BMX Racing Cup 2026 di Thailand dengan membawa pulang satu medali emas (Amellya Nur Syifa), dua perak (Aditya Fajar dan Rafelino Mahendra), serta tiga perunggu (Rio Akbar, M. Irsyad Panji, dan Fasya Ahsana).
Secara terpisah, Sekjen PP ICF Jadi Rajagukguk menjelaskan sistem poin yang objektif dalam kejuaraan kali ini.
“Semakin banyak poinnya maka dipastikan semakin banyak atau semakin sering atlet mengikut event di Indonesia,” kata Jadi Rajagukguk
Kejurnas BMX Racing 2026 dibuka oleh Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga Dr. Surono, Wasekjen KONI Pusat Mayjen TNI Purn Erdi Lumintang, Ketum PP ICF diwakili Sekjen Jadi Rajagukguk, dan Bupati Banyuwangi Hj. Ipuk Fiestiandani.
Baca juga: Atlet sepeda Jambi raih dua emas Kejurnas ICF di Jawa Barat
Baca juga: Andy Prayoga menangi seri pembuka 76 Indonesian Downhill 2026
Pewarta: Fajar Satriyo
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































