Kejuaraan Atletik Pelajar Bulanan jadi wadah pembinaan atlet

2 days ago 2

Jakarta (ANTARA) - Pengurus Provinsi Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Jakarta terus menjaga konsistensi pembinaan atlet usia dini melalui Kejuaraan Atletik Pelajar Bulanan yang telah digelar sejak Januari 2007.

Ketua PASI Jakarta Mustara Musa mengatakan kejuaraan tersebut kembali berlangsung pada edisi ke-198 dan untuk pertama kalinya digelar di Stadion Atletik Rawamangun, Jakarta, Sabtu (31/1), setelah fasilitas lintasan stadion tersebut rampung direnovasi.

“Ini kegiatan yang sudah dilaksanakan sejak Januari 2007. Hari ini menjadi yang pertama di Stadion Atletik Rawamangun dengan lintasan baru. Semoga kejuaraan ini terus menumbuhkan atlet-atlet bertalenta yang berasal dari kalangan pelajar atletik Jakarta,” kata Mustara kepada ANTARA di Jakarta, Senin.

Pada edisi ke-198, kejuaraan ini diikuti 480 peserta dari berbagai kategori, mulai dari kids atletik, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, hingga kategori terbuka.

Kategori kids atletik terbagi dalam empat kelompok usia, yakni 2–3 tahun, 3–4 tahun, 4–5 tahun, dan 5–6 tahun, yang seluruhnya melombakan nomor lari 30 meter campuran. Untuk tingkat sekolah dasar, peserta dibagi ke dalam kategori U-10 dan U-13 dengan nomor lari 60 meter putra dan putri, serta estafet 5x80 meter campuran.

Sementara itu, kategori sekolah menengah pertama mempertandingkan nomor lari 80 meter putra dan putri. Pada kategori sekolah menengah atas dan kategori terbuka, nomor yang dilombakan adalah lari 100 meter putra dan putri. Kategori terbuka juga dapat diikuti oleh sekolah internasional di wilayah Jakarta.

Kehadiran ratusan peserta dari berbagai kelompok usia membuat Stadion Atletik Rawamangun kembali hidup dan menjadi ruang pertemuan komunitas atletik pelajar Jakarta.

Baca juga: Zohri dan Odekta awali musim di Kejuaraan Asia Indoor 2026

Mustara menegaskan ajang ini menjadi bagian penting dari pembinaan dan regenerasi atletik Jakarta.

“Atlet akan terus beregenerasi. Yang senior akan pensiun dan kita harus menyiapkan penggantinya. Salah satunya melalui event pembinaan seperti ini,” ujarnya.

Kejuaraan Atletik Pelajar Bulanan edisi ke-198 juga menjadi salah satu agenda atletik pertama di Indonesia setelah keberhasilan Indonesia pada SEA Games 2025 Thailand.

Pada pesta olahraga terbesar di Asia Tenggara tersebut, cabang atletik menyumbangkan sembilan medali emas, lima perak, dan enam perunggu bagi kontingen Merah Putih. Mustara saat itu dipercaya sebagai manajer tim nasional atletik Indonesia.

Menurut Mustara, pengalaman di SEA Games makin menguatkan komitmennya untuk membangun atletik Indonesia dari fondasi budaya dan ekosistem yang kuat.

“Atletik harus tumbuh dari budaya. Kita ingin membangun ekosistem dan budaya atletik yang baik sesuai standar internasional, bukan hanya mencetak atlet, tetapi juga menyiapkan sistemnya,” katanya.

Ia menjelaskan, upaya membangun ekosistem tersebut juga melibatkan mahasiswa Universitas Negeri Jakarta yang berperan sebagai perangkat perlombaan dalam kejuaraan ini. Keterlibatan mahasiswa di bidang keolahragaan dinilai penting sebagai bagian dari pembinaan sumber daya manusia olahraga.

“Mahasiswa dilibatkan agar mereka memahami bahwa prestasi tidak lahir sendiri. Ada sistem, tata kelola, dan kerja bersama di balik sebuah kejuaraan,” kata Mustara.

Mustara berharap ke depan Kejuaraan Atletik Pelajar Bulanan dapat terus berkembang dengan jumlah peserta yang semakin meningkat serta mendapat dukungan lebih luas, termasuk dari sponsor dan berbagai pemangku kepentingan, agar pembinaan atletik di Jakarta dapat berjalan berkelanjutan.

Baca juga: Para atletik sumbang empat medali emas pada hari terakhir APG 2025

Baca juga: PB PASI tekankan regenerasi setelah SEA Games 2025

Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |