Kapolri ziarah ke makam Gus Dur kenang semangat reformasi

11 hours ago 5

Jakarta (ANTARA) - Kadivhumas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan ziarah Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo ke makam Presiden Ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur menjelang Hari Bhayangkara ke-80 merupakan bentuk penghormatan atas peran Gus Dur dalam perjalanan reformasi nasional.

Menurut Johnny, Gus Dur memiliki kontribusi penting dalam penguatan institusi Polri menjadi lembaga yang profesional dan mandiri, dan momen tersebut juga menjadi pengingat bagi seluruh insan Bhayangkara untuk menjaga semangat reformasi, profesionalisme serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

"Ziarah ini merupakan bentuk penghormatan dan penghargaan Polri kepada para tokoh bangsa yang telah memberikan kontribusi besar bagi perjalanan demokrasi dan reformasi di Indonesia. Gus Dur memiliki peran penting dalam sejarah bangsa, termasuk dalam proses penguatan institusi Polri sebagai lembaga yang profesional dan mandiri," kata Johnny dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

Menurut dia, momentum ziarah menjelang Hari Bhayangkara ke-80 juga menjadi pengingat bagi seluruh insan Bhayangkara untuk terus menjaga semangat reformasi, profesionalisme, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Kapolri melaksanakan ziarah ke makam Gus Dur di kompleks Pondok Pesantren Tebuireng sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara yang diperingati setiap 1 Juli.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolri mengenakan peci, memanjatkan doa, dan menaburkan bunga di pusara Presiden Ke-4 RI itu.

Kedatangan Kapolri disambut Pengasuh Pesantren Tebuireng KH Abdul Hakim Machfudz atau Gus Kikin yang turut mengalungkan surban sebagai simbol penghormatan.

Gus Dur menjabat sebagai Presiden RI pada periode 20 Oktober 1999 hingga 23 Juli 2001. Pada masa kepemimpinannya, agenda reformasi terus diperkuat melalui dorongan terhadap profesionalisme militer dan supremasi sipil dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Salah satu tonggak penting pada era tersebut ialah dikukuhkannya pemisahan TNI dan Polri melalui TAP MPR Nomor VI Tahun 2000 tentang Pemisahan TNI dan Polri serta TAP MPR Nomor VII Tahun 2000 tentang Peran TNI dan Polri.

Johnny menilai warisan pemikiran Gus Dur menjadi bagian penting dalam proses pembentukan Polri sebagai institusi yang profesional, modern, dan mandiri.

Selain dikenal sebagai tokoh reformasi, Gus Dur juga dikenang sebagai "Bapak Pluralisme" atas konsistensinya memperjuangkan nilai toleransi, keberagaman, dan penghormatan terhadap hak-hak warga negara.

Baca juga: Kapolri: Ziarah ke makam mantan presiden upaya serap nilai pemimpin bangsa

Baca juga: Kapolri ziarah ke makam Gus Dur jelang Hari Bhayangkara ke-80

Pewarta: Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |