Jakarta (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan melakukan percepatan penanganan longsor yang terjadi di jalur wilayah Bandung, Jawa Barat, tepatnya di antara Stasiun Maswati – Sasaksaat.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan penanganan di lokasi saat ini difokuskan pada percepatan pembersihan jalur dan evakuasi sarana terdampak agar operasional perjalanan kereta api dapat segera kembali normal.
“Penanganan kami lakukan secara cepat dengan melibatkan seluruh unsur terkait. Berdasarkan estimasi di lapangan, proses ini diproyeksikan dapat diselesaikan dalam waktu kurang lebih lima jam sejak pukul 16.30 WIB,” kata Anne dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.
Dia menyampaikan material longsoran yang menutup jalur di KM 142+8/9 menyebabkan perjalanan KA 174 Ciremai serta sejumlah kereta api lainnya di lintas tersebut mengalami gangguan operasional.
"KAI melakukan pengaturan perjalanan sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan dan kelancaran layanan," ujarnya.
Seiring dengan proses penanganan yang berlangsung, kata Anne, KAI terus melakukan koordinasi lintas unit dan instansi terkait guna memastikan setiap tahapan berjalan aman dan terkendali.
KAI menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi.
Untuk memperoleh informasi terkini terkait perjalanan kereta api, termasuk keterlambatan maupun pembatalan, pelanggan dapat menghubungi layanan pelanggan KAI melalui Contact Center 121, WhatsApp 0811-2223-3121, atau email [email protected].
“Keselamatan tetap menjadi prioritas utama kami, dan seluruh proses penanganan dilakukan secara cepat serta terukur agar perjalanan kereta api dapat segera kembali normal,” kata Anne.
Baca juga: Perjalanan KA Ciremai Semarang-Bandung berhenti total akibat longsor
Baca juga: KAI tangani gangguan perjalanan imbas lonsor jalur KA wilayah Bandung
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































