KAI pastikan banjir Pekalongan tak berdampak besar ke kereta barang

2 weeks ago 7

Jakarta (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia/KAI (Persero) memastikan banjir yang terjadi di wilayah Pekalongan, Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang, tidak memberikan dampak signifikan terhadap operasional kereta barang.

Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin di Jakarta, Minggu, mengatakan bahwa operasional kereta barang hingga saat ini masih dapat dikendalikan dan tidak mengganggu jalur distribusi utama.

“Perlu kami sampaikan untuk kereta barang ini tidak ada something yang very important, kemudian itu pun relasinya dari Kalimas ke Tanjung Priok. Jadi mudah-mudahan tidak ada impact logistiknya sama sekali di sini," ujar dia.

Menurut dia, perusahaan negara yang bergerak di bidang transportasi kereta itu akan terus berkoordinasi dengan para mitra terkait, khususnya pelanggan angkutan logistik, untuk memastikan penanganan dan kelancaran distribusi barang.

KAI mencatat adanya dampak cuaca ekstrem terhadap layanan kereta secara umum dalam beberapa hari terakhir. Bobby menyebut, hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi dalam dua hingga tiga hari terakhir yang diperparah oleh tanggung jebol dan air pasang menyebabkan sejumlah perjalanan kereta mengalami pembatalan dan keterlambatan.

Untuk menyikapi hal ini pihaknya memberikan kompensasi terhadap pelanggan yang perjalanannya dibatalkan yaitu berupa pengembalian tiket atau refund.

KAI mencatat sebanyak 258 ribu tempat duduk telah terjual pada periode long weekend 16-18 Januari 2026, dengan sekitar 18 ribu penumpang mengajukan pengembalian tiket akibat banjir di Pekalongan.

KAI menegaskan pengembalian tiket diberikan secara penuh atau 100 persen melalui tiga kanal, yakni loket stasiun, layanan KAI 121, serta aplikasi Access by KAI.

Sebelumnya, KAI membatalkan sebanyak 82 perjalanan kereta api penumpang karena banjir di Daop 4 Semarang khususnya di wilayah Pekalongan, Jawa Tengah, akibat tanggul yang jebol dan air pasang.

Banjir itu mengakibatkan 82 kereta penumpang dibatalkan, kemudian ada 16 kereta barang yang terdampak pembatalan, serta 76 kereta mengalami keterlambatan.

Ia menjelaskan gangguan awal terjadi di kilometer 88+4/8, di antara Stasiun Kaliwungu, Stasiun Kalibodri. Pada 17 Januari, KAI telah melakukan operasi pemulihan dengan mengangkat rel dan menebarkan sekitar 105 meter kubik balas agar jalur kembali dapat dilewati.

Namun, pada malam hari di tanggal yang sama, kondisi kembali memburuk akibat luapan dua sungai yang mengapit jalur rel di kilometer 88+900 hingga 89+100, di lintas antara Stasiun Pekalongan dan Sragi.

Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |