KAI Madiun: Jalur dibuka dengan kecepatan terbatas dampak kecelakaan

3 hours ago 1
pada pukul 16.30 WIB jalur hulu dan hilir telah berhasil dibuka kembali sehingga dapat dilalui perjalanan kereta api dengan kecepatan terbatas 5 km/jam demi menjamin keselamatan operasional

Nganjuk (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun, Jawa Timur, mengungkapkan petugas bergerak cepat usai insiden kecelakaan antara kereta api dan truk di perlintasan sebidang resmi terjaga di Nganjuk sehingga jalur berhasil dibuka dengan kecepatan terbatas.

Manajer Humas PT KAI Daop 7 Madiun Tohari, Kamis, mengemukakan berkat kerja sama seluruh petugas di lapangan, pada pukul 16.30 WIB jalur hulu dan hilir telah berhasil dibuka kembali sehingga dapat dilalui perjalanan kereta api dengan kecepatan terbatas 5 km/jam demi menjamin keselamatan operasional.

"KAI Daop 7 Madiun akan tetap mengutamakan keselamatan dalam setiap proses penanganan. Seluruh langkah pemulihan dilakukan sesuai prosedur operasional dan standar keselamatan perkeretaapian hingga perjalanan kereta api dapat kembali berjalan normal," kata Tohari dalam keterangannya di Nganjuk.

Ia juga mengatakan insiden kecelakaan antara KA Logawa yang terlempar truk di perlintasan sebidang resmi terjaga (JPL 103) KM 126+428 petak jalan Bagor–Saradan, Kabupaten Nganjuk, tersebut membuat sejumlah perjalanan kereta api mengalami keterlambatan.

Beberapa di antaranya KA 154 Ranggajati mengalami kelambatan 131 menit. Kemudian KA 6 Argo Semeru berangkat kembali dari Saradan pukul 16.36 WIB dengan kelambatan 99 menit.

Baca juga: KAI Daop 7: Sejumlah perjalanan terdampak usai laka KA Legawa vs truk

Baca juga: Perjalanan KA Ranggajati terganggu dampak kecelakaan di Nganjuk

Ada juga KA 10 Argo Wilis berangkat kembali dari Caruban pukul 16.37 WIB dengan kelambatan 58 menit. Lalu KA 247 Logawa diperkirakan berangkat dari Stasiun Bagor pukul 17.45 WIB dengan estimasi kelambatan 192 menit.

KA 151 Brantas berangkat kembali dari Stasiun Nganjuk pukul 16.28 WIB dengan kelambatan 92 menit dan KA 251B Jayakarta berangkat kembali dari Stasiun Nganjuk pukul 16.41 WIB dengan kelambatan 79 menit.

Sesuai ketentuan yang berlaku, KAI akan terus memberikan service recovery kepada pelanggan yang terdampak keterlambatan perjalanan akibat kejadian tersebut.

Pihaknyaa juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. KAI terus berupaya mempercepat proses normalisasi operasional dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan sebagai prioritas utama.

Tohari menambahkan, KAI Daop 7 Madiun juga turut mengucapkan bela sungkawa yang mendalam atas meninggalnya sopir truk dan turut prihatin terhadap pengguna jalan raya yang saat ini mengalami luka dan dalam penanganan pihak rumah sakit terdekat kejadian.

KAI juga kembali mengimbau seluruh pengguna jalan agar selalu mematuhi peraturan saat melintasi perlintasan sebidang. Berhenti sejenak, tengok kiri dan kanan, pastikan tidak ada kereta api yang akan melintas, serta dahulukan perjalanan kereta api.

"Kedisiplinan pengguna jalan merupakan kunci utama untuk mencegah terjadinya kecelakaan di perlintasan sebidang," kata dia.

Baca juga: Ada sembilan perjalanan KA tambahan dari Gambir sepanjang Juli 2026

Baca juga: Stasiun Gambir kembali layani pengguna KRL setelah revitalisasi

Pewarta: Asmaul Chusna
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |