Menhut: Perdagangan karbon perkuat perlindungan hutan

2 hours ago 1

Jakarta (ANTARA) - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengatakan perdagangan karbon dapat memperkuat perlindungan hutan sekaligus kesejahteraan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan.

Raja Antoni, dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, mengatakan implementasi perdagangan karbon mulai berjalan setelah Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menerbitkan izin kepada empat pemegang persetujuan berusaha pemanfaatan hutan (PBPH) untuk melakukan transaksi karbon, yakni melalui tiga PBPH konsesi dan satu perhutanan sosial.

Lebih lanjut, ia menegaskan Kemenhut akan terus memperluas pelaksanaan perdagangan karbon agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas, baik oleh pelaku usaha maupun masyarakat pengelola hutan.

"Dengan demikian, kebijakan tersebut diharapkan mampu memperkuat perlindungan hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Raja Antoni.

"Termasuk, 8,3 juta hektare perhutanan sosial kita akan bisa menikmati proses perdagangan karbon ini dan 1,4 juta hektare hutan adat yang juga akan kita berdayakan bersama," ujarnya menambahkan.

Ia mengatakan perdagangan karbon sektor kehutanan yang selama bertahun-tahun masih sebatas wacana kini mulai terealisasi.

Menhut menyebut percepatan implementasi tersebut tidak lepas dari dukungan Presiden Prabowo Subianto.

"Tentu ucapan apresiasi dan terima kasih kita sampaikan kepada Pak Presiden Prabowo yang sekali lagi membuat sesuatu yang rasanya tidak mungkin menjadi mungkin, menjadi suatu hal yang bisa kita realisasikan," kata dia.

Di sisi lain, pemerintah Indonesia telah resmi meluncurkan Sistem Registri Unit Karbon (SRUK), dengan Kemenhut menjadi kementerian pertama yang melakukan implementasi perdagangan karbon.

Hal ini menyusul peluncuran Persetujuan Menteri Kehutanan tentang penerbitan unit karbon melalui skema Non Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (Non SPE-GRK) pada Senin (6/7/2026).

"Langkah ini menjadi bagian dari percepatan pembangunan ekonomi hijau yang didorong pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto," ujar Menhut Raja Antoni.

Baca juga: Menhut: Perhutanan sosial dan hutan adat bisa ikut perdagangan karbon

Baca juga: Menhut: Masyarakat bisa nikmati manfaat perdagangan karbon

Baca juga: Menhut komitmen tingkatkan kompetensi SDM sektor kehutanan

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |