Dirut Bulog usul beras SPHP berganti merek menjadi Beras Kita

2 hours ago 1
Kami sudah lapor ke Pak Mentan (Menteri Pertanian) rencana produk baru dari Bulog yaitu Beras Kita Premium dan Beras Kita Medium

Jakarta (ANTARA) - Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengusulkan pergantian merek beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) menjadi Beras Kita agar lebih mudah dikenali masyarakat sekaligus memperkuat identitas produk pangan pemerintah.

Rizal mengatakan usulan dengan konsep dua produk baru, yakni Beras Kita Premium dan Beras Kita Medium telah disampaikan kepada Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman.

"Kami sudah lapor ke Pak Mentan (Menteri Pertanian) rencana produk baru dari Bulog yaitu Beras Kita Premium dan Beras Kita Medium," kata Rizal ditemui usai menghadiri Rapat Koordinasi Pengembangan Pertanian Modern-Advanced Agriculture System (PM-AAS) yang digelar Kementerian Pertanian di Jakarta, Kamis.

Rizal mengatakan penggunaan nama Beras Kita terinspirasi dari produk pemerintah lain seperti Minyakita dan Gula Manis Kita yang dinilai lebih mudah dipahami masyarakat luas.

Menurut dia, penyamaan identitas berbagai produk pangan pemerintah diharapkan memperkuat kepercayaan masyarakat sekaligus memudahkan konsumen mengenali produk yang dipasarkan melalui berbagai saluran distribusi.

Baca juga: Bulog pusat cek stok beras untuk bantuan pangan di Bali

Baca juga: Bulog Madiun salurkan 8.352 ton beras SPHP hingga awal Juli 2026

Bulog menargetkan memproduksi sekitar 2 juta ton Beras Kita untuk memenuhi kebutuhan pasar komersial setelah seluruh proses persetujuan pemerintah melalui Rapat Koordinasi Terbatas Kementerian Koordinator Bidang Pangan.

Rizal menjelaskan tulisan SPHP tetap dicantumkan pada kemasan dalam ukuran lebih kecil, sedangkan Beras Kita menjadi identitas utama yang tampil pada bagian depan produk.

Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memberi keterangan kepada awak media di Jakarta, Kamis (9/7/2026). ANTARA/Harianto

Ia berharap perubahan identitas tersebut membuat produk beras pemerintah lebih dekat dengan masyarakat tanpa mengubah fungsi utama sebagai instrumen menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan. Namun, harga beras itu masih menunggu keputusan pemerintah melalui Rakortas Kemenko Pangan

Bulog akan memasarkan Beras Kita dalam kemasan 5 kilogram, namun tidak menutup kemungkinan menghadirkan ukuran lain sesuai kebutuhan dan preferensi konsumen di pasar.

Rizal mengatakan fleksibilitas ukuran kemasan diperlukan agar produk pemerintah mampu menjangkau lebih banyak kalangan masyarakat sekaligus mengikuti perkembangan kebutuhan pasar nasional.

Varian Beras Kita Premium akan menggunakan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dengan kadar air 14 persen dan pecahan 15 persen, yang diproses kembali melalui penyortiran dan pemolesan sehingga memenuhi standar kualitas beras premium.

Sementara itu, beras hasil penyerapan Bulog tetap berasal dari beras medium sebelum melalui proses peningkatan mutu untuk menghasilkan kualitas premium sesuai standar yang ditetapkan.

Bulog memastikan beras SPHP yang saat ini masih beredar tetap dipasarkan seperti biasa karena kualitas produknya tidak mengalami perubahan selama masa transisi menuju identitas baru.

Pergantian identitas produk hanya mencakup aspek kemasan dan merek, sedangkan mutu beras tetap dipertahankan sesuai standar pemerintah agar manfaatnya dirasakan masyarakat secara optimal.

Bulog berharap proses persetujuan pemerintah dapat segera rampung sehingga produksi dan distribusi Beras Kita dapat dimulai secepatnya untuk memperkuat pasokan beras nasional di pasaran.

Baca juga: Dirut Bulog pastikan kualitas beras di Papua aman-terjaga buat warga

Baca juga: Dirut Bulog tinjau stok beras Jayapura, perkuat pasokan 3 kali lipat

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |