Kabupaten Indramayu jadi proyek percontohan Rumah Terang Baznas

3 hours ago 1

Indramayu (ANTARA) - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) memulai program Rumah Terang Baznas yakni sebuah proyek untuk menerangi rumah-rumah yang tak terjangkau aliran listrik lewat pemasangan panel surya dengan proyek percontohan di Desa Cikawung, Indramayu.

Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid mengatakan program Rumah Terang Baznas merupakan salah satu dari 13 program prioritas yang berfokus pada pengentasan kemiskinan, pendidikan, dan kesejahteraan umat.

“Hari ini kita langsung mengamalkannya di daerah Indramayu. Dan kami untuk satu paket perangkatnya seperti ini, ada kabelnya, ada lampunya, dan ada solar cell-nya,” Sodik di Indramayu, Jawa Barat, Kamis.

Sodik mengatakan program dengan target nasional penerima mencapai 452 kepala keluarga (KK) ini secara bertahap mulai difokuskan bagi 102 KK di Indramayu.

Selain hunian warga, program yang berlangsung di Indramayu ini juga menyasar satu masjid setempat, sehingga total ada 103 titik yang kini telah terpasang instalasi listrik ramah lingkungan.

“Dan ini (lampu) adalah berlaku untuk 10 tahun, minimal 10 tahun, begitu. Dan ini juga sudah diperbolehkan oleh PLN,” kata Sodik.

Kehadiran program bantuan ini diharapkan dapat memberikan dampak nyata yang terlihat langsung oleh masyarakat, sekaligus menjadi cerminan dari pemanfaatan dana zakat yang dihimpun secara nasional.

“Tadi kita sudah melihat buktinya, dari tempat yang gelap menjadi tempat yang terang. Dan 13 program prioritas Baznas itu adalah hasil dari zakat, infak, sedekah seluruh muzaki yang ada di Indonesia. Untuk pertama di Indramayu, untuk pekan ini 103,” katanya.

Ia berharap program ini berimplikasi terhadap perubahan kualitas hidup masyarakat di Desa Cikawung, Indramayu, setelah wilayah mereka mendapatkan akses penerangan yang layak.

“Harapannya masyarakat semakin cerdas, semakin rajin belajar terutama putra-putrinya, semakin menambah semangat untuk hidupnya, semakin menambah ibadahnya, semakin menambah kerjanya, sehingga secara umum semakin sejahtera,” kata Sodik.

Sementara itu, penerima manfaat program Onoh (45) bersyukur setelah penantian panjang 25 tahun tanpa adanya lampu.

Sebelum ada bantuan lampu dan panel surya, Onoh akrab dengan kegelapan. Satu-satunya penerangan yang ada di rumahnya hanya mengandalkan cempor/damar.

"Alhamdulillah pak, saya dapat bantuan lampu. Semoga ini menjadi berkah buat saya dan keluarga," kata Onoh.

Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: A Rauf Andar Adipati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |