Jaktim maksimalkan tampungan air lewat grebek lumpur di saluran Phb

5 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur memaksimalkan tampungan air saat memasuki musim hujan lewat grebek lumpur di saluran penghubung (Phb) Cacing, Jalan Cacing, Cakung Barat.

"Kegiatan grebek lumpur merupakan bagian dari upaya Pemkot Jakarta Timur memanfaatkan musim kemarau untuk melakukan pengerukan sedimentasi pada saluran Phb maupun kali," kata Wali Kota Jakarta Timur Munjirin di Jakarta, Rabu.

Saat musim kemarau dan debit air mulai surut, kata dia, kondisi sedimentasi di dalam saluran dapat terlihat dengan lebih jelas, sehingga lebih mudah untuk melakukan pengerukan dan pembersihan.

"Musim kemarau ini harus kita manfaatkan dengan baik untuk saluran-saluran Phb maupun kali besar. Setelah air surut, terlihat sekali sedimentasinya cukup tebal dan apa saja yang ada di dalam saluran," ujar Munjirin.

Pengerukan lumpur ini bertujuan meningkatkan kapasitas tampungan air pada saluran sehingga dapat mengurangi potensi genangan saat memasuki musim hujan.

“Kalau lumpurnya bisa terangkut semuanya, kapasitas saluran menjadi lebih besar. Contohnya, saluran ini informasinya memiliki kedalaman sekitar enam meter, sementara yang terlihat saat ini sekitar 1,2 meter. Berarti sisanya merupakan lumpur," jelas Munjirin.

Baca juga: SDA Jaktim keruk saluran penghubung di Susukan untuk cegah banjir

Selain pengerukan lumpur, pihaknya juga melakukan penataan dan pembersihan lingkungan, merapikan utilitas kabel udara yang semrawut, dan pemangkasan pohon.

Dia meminta jajaran kecamatan dan kelurahan menginventarisasi perusahaan yang berada di sekitar Phb Cacing, khususnya perusahaan yang diduga membuang limbah langsung ke saluran.

"Kita imbau agar mempunyai Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan pengolahan limbah yang baik, jangan dibuang begitu saja ke saluran," ucap Munjirin.

Sebelumnya, pembersihan dan pengerukan juga telah dilakukan di sejumlah saluran dan kali, di antaranya di wilayah Ciracas dan Kecamatan Jatinegara.

"Kita semua bergerak. Ini merupakan program rutin yang dilaksanakan setiap Selasa dan Jumat, ditambah kegiatan kerja bakti pada hari Minggu," ujarnya.

Dengan bertambahnya kapasitas tampungan, tambah dia, air hujan dapat lebih banyak tertampung di dalam saluran, sehingga tidak meluap dan menggenangi badan jalan maupun lingkungan sekitar.

Adapun kegiatan yang diawali dengan apel kebersihan tersebut melibatkan sekitar 150 petugas gabungan, terdiri dari Satuan Tugas Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA), Bina Marga, Pertamanan dan Hutan Kota.

Lalu, Suku Dinas Lingkungan Hidup, Gulkarmat Kota Jakarta Timur, serta petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) se-Kecamatan Cakung.

Baca juga: Jaktim keruk saluran air untuk antisipasi banjir

Baca juga: Cegah banjir, Pemkot Jaktim gencarkan pengerukan sembilan sungai

Baca juga: Jaktim gencarkan pengerukan kali untuk atasi banjir

Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |