Jakpus percepat pemilahan sampah usai pembatasan ke TPST Bantargebang

1 day ago 4

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Jakarta Pusat terus meningkatkan pemilahan sampah dari sumbernya sebagai langkah mengurangi timbulan sampah yang diangkut ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang setelah kebijakan pembatasan mulai diberlakukan pada 1 Agustus 2026.

"Peningkatan pemilahan sampah menjadi salah satu langkah penting agar volume sampah yang dikirim ke TPST Bantargebang dapat ditekan sekaligus memperkuat pengelolaan sampah di tingkat masyarakat," kata Wali Kota Jakarta Pusat Arifin di Jakarta, Selasa.

Ia menjelaskan, hingga 3 Agustus 2026 sebanyak 44.083 rumah tangga atau 33,26 persen dari target 126.514 rumah telah melakukan pemilahan sampah. Capaian tersebut menempatkan Jakarta Pusat di peringkat kedua di DKI Jakarta setelah Kabupaten Kepulauan Seribu.

Selain mendorong rumah tangga memilah sampah, Pemkot Jakpus juga menargetkan 386 Rukun Warga (RW) aktif mengelola sampah secara mandiri melalui bank sampah untuk sampah anorganik, serta komposter dan lubang biopori untuk sampah organik.

Arifin juga meminta jajaran wilayah membangun kolaborasi dengan sektor swasta melalui pola pembiayaan kreatif (creative financing) guna mendukung penyediaan sarana dan pengelolaan sampah.

Upaya pemilahan, kata dia, juga diperluas ke lingkungan sekolah, hotel, kafe, dan tempat hiburan melalui sinergi dengan perangkat daerah terkait.

"Kami optimistis target pemilahan sampah di Jakarta Pusat tercapai maksimal berkat kerja sama masif antar instansi dan partisipasi aktif masyarakat," ujar Arifin.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Pusat, Slamet Riyadi mengatakan pengolahan sampah anorganik selama Januari-Juli 2026 berhasil mereduksi sekitar 1.177,22 ton sampah atau rata-rata 196,09 ton per bulan.

Adapun pengolahan sampah organik pada Januari-Juni 2026 mencapai 221,23 ton melalui berbagai metode, antara lain pengomposan, budidaya maggot, biopori, bioreaktor, lodong sisa dapur (Losida), pemanfaatan sebagai pakan ternak, hingga pembuatan eco-enzyme.

Baca juga: 225 ribu rumah di Jakarta sudah terapkan pilah sampah

Baca juga: Pemkot Jakpus targetkan pengelolaan sampah berujung "zero waste"

Baca juga: Partisipasi warga Jakpus dalam gerakan pilah sampah terus meningkat

Pewarta: Adimas Raditya Fahky P
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |