Jakarta (ANTARA) - Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi mengatakan Teheran saat ini tengah mengupayakan kerja sama dengan Indonesia di bidang teknologi baru.
"Saat ini kami sedang mengupayakan kerja sama antara kedua pihak, perusahaan Iran dan Indonesia," kata Dubes Boroujerdi dalam wawancara khusus dengan ANTARA di Museum ANTARA, Jakarta, Sabtu.
Boroujerdi menyatakan Iran merupakan salah satu negara yang sangat maju di dunia dalam bidang teknologi baru.
Iran sangat unggul di bidang nanoteknologi, bioteknologi, nuklir, teknologi damai, teknologi kesehatan, produksi peralatan kesehatan, teknologi pertanian, dan teknologi baru lainnya di bidang tersebut.
Dalam hal ini, Indonesia sangat tertarik untuk melakukan kerja sama di bidang tersebut, katanya.
Boroujerdi menyatakan bahwa saat ini Iran telah memiliki hubungan yang erat dengan beberapa lembaga dan badan pemerintah RI di bidang transfer teknologi, dan juga di bidang lain seperti drone.
"Ketika kita berbicara tentang drone, biasanya kita berpikir bahwa penggunaannya hanya untuk satu hal, tetapi sebenarnya tidak. Anda tahu bahwa ada banyak sekali cara damai untuk menggunakan drone di bidang pertanian dan sektor ekonomi lainnya," katanya.
Jadi, saat ini Iran tengah mengupayakan kerja sama di antara perusahaan kedua negara, dan negosiasi akan dilakukan melalui webinar atau bahkan dengan datang ke Indonesia atau pergi ke Iran untuk membicarakan hal tersebut.
Jika perusahaan-perusahaan Indonesia berminat untuk bekerja sama di bidang tersebut, Kedutaan Besar Iran di Jakarta siap menjembatani hubungan antara kedua belah pihak agar hal tersebut dapat terwujud.
Baca juga: Iran siap bantu upaya Indonesia perkuat ketahanan pangan dan energi
Dorongan kerja sama tersebut merupakan bagian dari peran Iran sebagai mitra strategis Indonesia dalam bidang terkait.
Boroujerdi lebih lanjut menjelaskan bahwa Iran merupakan salah satu dari sedikit negara di dunia yang teknologinya dikembangkan secara mandiri di dalam negeri.
"Kami tidak mengimpor teknologi apa pun karena, seperti yang Anda ketahui, sudah hampir 47 tahun Iran berada di bawah sanksi yang sangat berat dari Amerika Serikat, dan kami tidak dapat mengimpor teknologi apa pun," katanya.
"Jadi, rakyat Iran mampu mengembangkan dan memproduksi teknologi baru dan teknologi canggih mereka sendiri, dan mereka memiliki pengetahuan itu sendiri," imbuhnya.
Oleh karena itu, dia menyatakan kesiapan Iran untuk melakukan kerja sama di bidang sumber daya manusia, termasuk di bidang transfer teknologi dengan Indonesia.
"Kami siap membawa perusahaan-perusahaan kami untuk mendirikan pabrik di Indonesia, dan itu berarti kami siap untuk mentransfer teknologi ke Indonesia," katanya.
Iran juga siap membawa orang-orang Indonesia untuk pergi ke Iran dan belajar di universitas Iran atau bahkan perusahaan atau pabrik Iran, dan mempelajari teknologi baru untuk diterapkan kembali di Indonesia.
Selain itu, Iran juga saat ini tengah menawarkan beasiswa penuh kepada mahasiswa Indonesia yang berminat untuk belajar di Iran, dan Dubes Boroujerdi telah mengirimkan informasi tersebut kepada pemerintah Indonesia.
"Di bidang teknologi dan sains apa pun yang diminati mahasiswa Indonesia untuk belajar di Iran, kami siap menawarkan beasiswa penuh di bidang tersebut. Jadi, itulah yang sedang kami coba lakukan dengan Indonesia," kata Boroujerdi.
"Situasinya agak sulit karena ancaman yang kami terima dari beberapa negara asing di kawasan ini, tetapi kami tetap melakukan negosiasi dengan Indonesia dan para mitra, dan kami siap bekerja sama di bidang tersebut," katanya.
Baca juga: RI ingin perkuat kerja sama dengan Iran dalam pemberdayaan perempuan
Pewarta: Katriana
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































