Istanbul (ANTARA) - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada Minggu mengatakan dua kapal terlibat dalam insiden setelah berupaya melintasi Selat Hormuz melalui “jalur yang tidak aman”, sementara dua kapal lainnya dicegah untuk melanjutkan pelayaran.
Dalam pernyataan yang dikutip kantor berita semi-resmi Fars, Angkatan Laut IRGC menyebut kapal-kapal tersebut “berupaya mengganggu stabilitas kawasan dan keluar dari Selat Hormuz melalui jalur yang tidak aman dengan dukungan Amerika Serikat.
Pernyataan tersebut tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai jenis insiden yang dialami kedua kapal tersebut.
Lebih lanjut, IRGC menegaskan Selat Hormuz berada di bawah “kendali penuh” mereka dan menyatakan bahwa “satu-satunya jalur pelayaran yang aman” adalah jalur pelayaran yang telah ditentukan dan dimumkan oleh otoritas Iran.
Perkembangan tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan setelah Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Iran, yang kemudian dibalas oleh Teheran dengan serangan terhadap fasilitas dan pangkalan yang diklaim digunakan oleh militer AS di sejumlah negara di kawasan.
Aksi baku tembak antara Washington dan Teheran terjadi meskipun kedua pihak telah menandatangani nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan pada Juni untuk mengakhiri perang dan mencapai kesepakatan damai yang bersifat jangka panjang.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Iran diduga jual minyak hingga 6 M dolar AS selama gencatan senjata
Baca juga: Laporan: AS akan kerahkan puluhan pesawat tanker ke Israel
Baca juga: Uni Eropa dan GCC tolak klaim sepihak atas Selat Hormuz
Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































