Iran izinkan 2 kapal Pakistan untuk melintasi Selat Hormuz

6 hours ago 4

Karachi, Pakistan (ANTARA) - Kementerian Pelabuhan dan Perkapalan Pakistan pada Sabtu mengonfirmasi Anadolu bahwa Iran telah mengizinkan dua kapal kargo mereka untuk melintasi Selat Hormuz.

Kapal-kapal tersebut, Multan dan P-Aliki, terjebak setelah pasukan Iran menguasai selat yang merupakan salah satu jalur pasokan minyak global yang penting itu pada awal bulan ini.

Saat ini, dua kapal itu telah melintasi selat dan sedang menuju Pakistan.

Kedua kapal yang membawa kargo dan 80 juta liter minyak mentah tersebut diperkirakan tiba di pelabuhan Karachi pada 31 Maret, kata sebuah sumber yang mengetahui masalah tersebut.

Sumber-sumber mengatakan bahwa pemerintah Iran tidak hanya mengizinkan kedua kapal untuk melintasi selat, tetapi juga mengawal kapal-kapal tersebut hingga melewati garis perbatasan.

Peristiwa ini terjadi di tengah upaya mediasi yang sedang berlangsung oleh Islamabad bersama dengan Turki dan Mesir untuk mengakhiri konflik yang semakin memanas di Timur Tengah, serta kejadian ini merupakan kali kedua Teheran mengizinkan kapal Pakistan untuk melewati Selat Hormuz.

Sebelumnya, sebuah kapal tanker minyak Pakistan sempat melintasi Selat Hormuz pada 16 Maret.

Seluruh kawasan telah siaga sejak AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari, yang sejauh ini menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu, Ali Khamenei.

Teheran telah membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, serta Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS.

Langkah balasan yang dilakukan oleh militer Iran itu telah menyebabkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur serta mengganggu pasar global dan penerbangan.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Dubes Pakistan tekankan diplomasi atasi krisis Iran-AS-Israel

Baca juga: Pakistan jadi perantara komunikasi AS-Iran untuk akhiri perang

Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |