Iran desak AS penuhi MoU akhiri konflik

3 hours ago 2

Teheran (ANTARA) - Iran mendesak Amerika Serikat untuk memenuhi seluruh ketentuan dalam nota kesepahaman mengenai upaya penyelesaian konflik serta menegaskan tidak akan menyerah pada tekanan, kata Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf di Teheran, Senin (24/8).

Ghalibaf, yang juga sebagai ketua tim negosiator Iran dalam negosiasi dengan AS tersebut, menyampaikan pernyataan itu dalam pertemuannya dengan Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan Asim Munir, yang bertindak sebagai mediator antara Iran dan AS, di Teheran.

"Kami sedang berupaya untuk menerapkan ketentuan memorandum dan Amerikalah yang harus mematuhi kewajibannya berdasarkan memorandum tersebut," tulis Ghalibaf di Telegram.

Baca juga: Trump : Iran sedang "runtuh total" di tengah konflik dengan AS

Kegagalan AS dalam menerapkan nota kesepahaman itulah yang menghambat stabilitas di kawasan tersebut dan memicu ketidakpercayaan terhadap AS, katanya.

Ghalibaf menambahkan tekanan tersebut tidak akan berpengaruh apa-apa terhadap Iran.

Iran dan AS telah menandatangani nota kesepahaman untuk menghentikan permusuhan. Namun, tak lama setelah itu, kedua negara itu kembali saling melancarkan serangan.

Konflik tersebut masih belum terselesaikan, meskipun tidak ada lagi aksi permusuhan yang berlangsung. Namun, AS telah memutuskan untuk meningkatkan tekanan ekonominya terhadap Iran dalam upaya mengakhiri konflik tersebut dengan menciptakan kesulitan keuangan bagi Iran.

Sumber: Sputnik

Baca juga: Iran akan gunakan segala cara hadapi tekanan ekonomi AS

Baca juga: Bessent: "Economic D-Day" terhadap Iran dimulai

Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |