Pontianak (ANTARA) - Polda Kalimantan Barat mengerahkan personel untuk mencari dan menyiapkan sumber air di sejumlah wilayah rawan sebagai bagian dari penguatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
"Kita juga sedang mencoba mencari sumber-sumber air. Kita sudah koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup, kemudian melakukan deteksi pada titik-titik sesuai koordinat yang sudah diberikan," kata Kapolda Kalbar Irjen Pol. Alberd Teddy Benhard Sianipar di Pontianak, Selasa.
Dia mengatakan pencarian sumber air dilakukan dengan berkoordinasi bersama Dinas Lingkungan Hidup Kalbar untuk memastikan ketersediaan air saat proses pemadaman.
Baca juga: Kodam XII/Tanjungpura siagakan 1.200 personel tangani karhutla
Menurut dia, jajaran polres telah melakukan pendeteksian lokasi yang berpotensi menjadi sumber air. Pada titik tertentu, kepolisian juga akan melakukan pengeboran untuk memastikan ketersediaan air ketika terjadi kebakaran.
Selain pengeboran, Polda Kalbar menyiapkan sumber air melalui embung dan parit yang berada di sekitar lokasi rawan karhutla. Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat distribusi air ke lokasi kebakaran.
Alberd mengatakan upaya penyiapan sumber air juga akan melibatkan perusahaan yang berada di sekitar wilayah rawan. Perusahaan diharapkan membantu menyediakan dan mendistribusikan air untuk mendukung operasi pemadaman.
"Terus kemudian kita juga tetap berupaya melakukan pengisian penyiapan sumber air di embung-embung ataupun parit-parit yang ada di sekitar lokasi-lokasi yang potensial terjadi kebakaran," tuturnya.
Selain memperkuat sumber air, Polda Kalbar mendapat tambahan 300 personel Brimob untuk mendukung Satgas Aman Nusa Dua dalam penanganan karhutla di delapan kabupaten prioritas.
Kapolda menyebut delapan wilayah tersebut meliputi Ketapang, Kubu Raya, Melawi, Sambas, Sanggau, Bengkayang, Mempawah, dan Kayong Utara. Ketapang, Kubu Raya, dan Melawi menjadi wilayah yang mendapat perhatian khusus.
Baca juga: Polda Kalbar kerahkan 300 anggota Brimob tangani Karhutla
Tambahan personel tersebut akan dilengkapi sarana dan prasarana untuk memperkuat operasi penanganan karhutla. Sebanyak 2.288 personel jajaran Polda Kalbar sebelumnya telah dikerahkan sehingga total kekuatan menjadi sekitar 2.588 personel.
Kapolda juga menegaskan kepolisian tetap melakukan pengawasan terhadap perusahaan yang berada di sekitar wilayah kebakaran. Korporasi yang terbukti sengaja membakar atau memerintahkan pembakaran akan ditindak tegas.
“Sejauh ini belum ada, tapi kita masih bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Pemda Kalimantan Barat. Ada beberapa perusahaan yang sudah dimintai keterangan awal,” katanya.
Dia menegaskan penanganan karhutla membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, termasuk pemerintah, aparat keamanan, perusahaan, dan masyarakat agar ketersediaan sumber air dan respons pemadaman dapat dilakukan secara cepat.
Upaya tersebut diharapkan mempercepat penanganan ketika titik api ditemukan sekaligus mencegah kebakaran meluas dan menimbulkan dampak terhadap masyarakat, lingkungan, serta aktivitas ekonomi.
Baca juga: Tim SAR Polda Kalbar patroli pembasahan lahan terbakar
Pewarta: Rendra Oxtora
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
















































