IONext.ai kenalkan platform AI percepat implementasi di perusahaan

11 hours ago 5

Jakarta (ANTARA) - Platform AI cloud asal Indonesia IONext.ai (PT Data Awan Nusantara) memperkenalkan platform AI lokal yang ditujukan untuk membantu perusahaan di dalam negeri mengimplementasikan teknologi AI dalam operasional bisnis secara lebih luas dan berkelanjutan.

Co-founder dan CEO IONext.ai Mohamad Fachri mengatakan masih banyak perusahaan yang telah mengembangkan berbagai solusi AI, namun implementasinya masih berhenti pada tahap uji coba, demonstrasi, atau proof of concept (PoC) dan belum digunakan secara luas dalam kegiatan operasional sehari-hari.

"Lewat IONext.ai, kami ingin membantu organisasi membawa AI keluar dari tahap eksperimen menuju sistem yang andal, efisien, dan siap dipakai,” ujar Fahri dalam keterangan yang diterima, Sabtu.

Menurut dia, tantangan penerapan AI di lingkungan bisnis tidak hanya berkaitan dengan kemampuan model AI, tetapi juga meliputi aspek infrastruktur, keamanan data, stabilitas sistem, efisiensi biaya, serta tata kelola yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Melalui platform yang dikembangkannya, IONext.ai menyediakan akses ke berbagai model AI terbuka seperti Qwen, DeepSeek, dan Llama yang dijalankan di atas infrastruktur yang beroperasi di Indonesia.

Baca juga: Kemkomdigi ungkap lima pilar strategis hadapi disinformasi berbasis AI

Platform tersebut memungkinkan perusahaan membangun sistem AI untuk berbagai kebutuhan, mulai dari pengolahan dokumen, analisis data, pemrosesan gambar dan video, hingga otomatisasi proses bisnis, dengan kontrol yang lebih besar terhadap keamanan data dan tata kelola sistem.

IONext.ai menilai keamanan data menjadi salah satu isu utama dalam penerapan AI di lingkungan perusahaan, terutama ketika layanan AI publik digunakan untuk mengolah dokumen internal, data pelanggan, maupun informasi bisnis yang bersifat sensitif.

Oleh karena itu, perusahaan menawarkan layanan yang memungkinkan organisasi mengakses berbagai model AI melalui satu antarmuka pemrograman aplikasi (API), sementara proses komputasi dijalankan pada infrastruktur dalam negeri sehingga perusahaan memiliki kontrol lebih besar terhadap lokasi dan pengelolaan data.

Fachri menilai Indonesia perlu memperkuat kemampuan penerapan AI di lingkungan industri agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu membangun dan mengoperasikan sistem AI untuk mendukung kebutuhan bisnis dan industri nasional.

"Indonesia tidak boleh hanya menjadi konsumen AI. Kita perlu mulai membangun kemampuan untuk menerapkan AI di lingkungan nyata, mulai dari infrastruktur, penerapan, hingga pemanfaatan yang langsung membantu bisnis dan industri," ucapnya.

Untuk mendukung implementasi AI dalam skala produksi, IONext.ai menyediakan infrastruktur GPU kelas enterprise yang dapat digunakan untuk membangun, melatih, menguji, dan menjalankan model AI.

Sebagai bagian dari pengenalan platform tersebut, IONext.ai baru-baru ini menggelar kegiatan "AI Production at Scale Indonesia 2026" di Jakarta yang mempertemukan pelaku industri, pengembang teknologi, serta perusahaan dari berbagai sektor untuk membahas penerapan AI dalam lingkungan produksi.

Dalam kegiatan tersebut, IONext.ai juga memperkenalkan dua platform pendukung, yakni IONA dan Orbit. IONA dirancang untuk membantu perusahaan menyiapkan dan menjalankan sistem AI mereka, sementara Orbit menjadi ruang kerja terpadu untuk membantu tim merapikan data, melatih model, hingga meluncurkan sistem AI.

Baca juga: Kedaulatan dinilai berpotensi jadi tantangan adopsi AI di ASEAN

Baca juga: Menkomdigi ajak ASEAN buat tata kelola AI cegah kesenjangan digital

Baca juga: Wamenkomdigi sebut aturan AI diusulkan dalam bentuk undang-undang

Pewarta: Fathur Rochman
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |