Serang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Banten mencatat realisasi investasi sepanjang 2025 mencapai Rp130,2 triliun atau 108,95 persen dari target tahunan, didorong lonjakan signifikan pada triwulan IV yang menjadi pengungkit capaian Semester II 2025.
Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah mengatakan peningkatan realisasi investasi tersebut mencerminkan kepercayaan investor yang terus menguat terhadap Banten, terutama pada paruh kedua 2025.
“Investasi kita meningkat cukup tinggi, tadi disebutkan sekitar 108 persen,” ujar Dimyati dalam keterangannya di Kota Serang, Selasa.
Dalam Rapat Koordinasi Rilis Realisasi Investasi Triwulan IV dan Semester II Periode Januari–Desember 2025 yang digelar di Rahaya Resort Banten, Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Dimyati menegaskan pentingnya menjaga iklim usaha agar tetap kondusif sebagai bagian dari upaya mempertahankan dan menarik investasi baru.
Baca juga: Dedi: BJB peluang jadi terbesar di RI garap ekosistem investasi Jabar
Ia meminta seluruh elemen masyarakat tidak melakukan tindakan yang berpotensi mengganggu aktivitas investasi.
“Saya meminta kepada masyarakat untuk tidak mengganggu investasi. Kalau investasi diganggu, itu sama saja kontraproduktif. Kita justru ingin merayu para investor agar mau menanamkan modalnya di daerah kita,” katanya.
Menurut Dimyati, perlindungan terhadap iklim investasi merupakan kepentingan bersama, termasuk bagi pemerintah kabupaten dan kota. “Bupati/Walikota tentu ingin semua orang berinvestasi di daerahnya. Kalau tiba-tiba investasi itu diganggu, maka upaya kita bersama menjadi sia-sia,” ujarnya.
Ia juga menekankan komitmen Pemprov Banten dalam memastikan investasi berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan dan peningkatan manfaat bagi masyarakat, salah satunya melalui program tanggung jawab sosial perusahaan. Dimyati menilai investasi memiliki peran strategis dalam penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan.
Pewarta: Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































