Yogyakarta (ANTARA) - InJourney Destination Management (IDM) melalui program "InJourney Community Care" menyelenggarakan pelatihan fotografi bagi para juru foto di kawasan Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Candi Prambanan dan Keraton Ratu Boko.
"Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya IDM dalam meningkatkan kapasitas SDM pariwisata sekaligus memperkuat kualitas pelayanan di destinasi warisan dunia," kata General Manager Prambanan dan Ratu Boko IDM Leonardus Adityo Nugroho di Yogyakarta, Kamis.
Pelatihan ini diikuti oleh 76 anggota Koperasi Pariwisata (Kopari) Borobudur dan 32 anggota Koperasi Pariwisata Fotografer Prambanan (Kopapra) yang selama ini menjadi bagian penting dalam ekosistem pelayanan wisata di kawasan Taman Wisata Candi.
Menurut dia, fotografi memiliki peran strategis dalam industri pariwisata modern karena tidak hanya berfungsi sebagai dokumentasi, tetapi juga menjadi medium yang mampu menghadirkan pengalaman dan cerita bagi wisatawan.
"Fotografi tidak sekadar menghasilkan dokumentasi, tetapi merupakan media yang mampu menghadirkan cerita, membangun citra destinasi, serta memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada dunia," katanya.
Ia mengatakan, setiap foto yang dihasilkan dapat menjadi jendela yang menghubungkan wisatawan dengan nilai-nilai sejarah, budaya, dan keindahan yang dimiliki Candi Prambanan.
"Regenerasi menjadi salah satu fokus kami, anggota termuda saat ini berusia 19 tahun, sementara yang paling senior sekitar 70 tahun, tantangan terbesar yang kami hadapi adalah mengikuti perkembangan teknologi, tren fotografi, dan gaya visual yang terus berubah. Karena itu peningkatan kompetensi menjadi kebutuhan yang sangat penting," katanya.
Baca juga: Bupati: THF dan Festival Fotografi Celebes ajang promosi wisata dan budaya
Baca juga: BI: Festival fotografi LKBN ANTARA bantu promosi wisata di Sulawesi
Adityo mengatakan IDM berkomitmen memberdayakan komunitas di sekitar destinasi
melalui berbagai pelatihan dan program pengembangan kapasitas sumber daya masyarakat.
"Diharapkan, peningkatan kompetensi para juru foto wisata ini tidak hanya menghasilkan layanan yang lebih profesional, tetapi juga turut memperkuat pengalaman wisatawan dan citra positif Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko sebagai destinasi warisan budaya dunia yang berkualitas," katanya.
Pemateri pelatihan fotografi juru foto Prambanan adalah fotografer Harian Kompas Ferganata Indra sementara pemateri pelatihan fotografi juru foto Borobudur adalah fotografer Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA Anis Efizudin.
Selain materi fotografi, peserta juga mendapat materi terkait pelayanan prima (hospitality) yang relevan dengan kebutuhan para juru foto wisata saat berinteraksi langsung dengan pengunjung.
Pelatihan juga menitikberatkan pada penguatan pelayanan prima, komunikasi dengan wisatawan serta kemampuan membangun narasi visual yang mampu memperkuat citra destinasi.
Commercial Group Head PT Taman Wisata Borobudur AY Suhartanto mendorong peserta untuk aktif berdiskusi selama pelatihan agar dapat saling bertukar pengalaman dan memperkaya wawasan mengenai pelayanan wisata yang berkualitas.
"Selain kemampuan fotografi, aspek 'hospitality" juga menjadi hal yang sangat penting, kami berharap para juru foto wisata dapat kembali me-'refresh' dan mengingat peran serta fungsinya di Borobudur, yaitu menghadirkan kenangan yang berkesan bagi wisatawan, foto yang dihasilkan bukan sekadar dokumentasi, tetapi menjadi bagian dari pengalaman dan nilai yang dibawa pulang oleh setiap pengunjung," katanya.
Baca juga: Kementerian latih fotografi 80 pelaku jasa wisata Kepulauan Seribu
Baca juga: Fotografi punya kontribusi promosikan pariwisata Indonesia
Baca juga: Fotografer dan pedagang di Tanah Lot merasakan peningkatan pendapatan
Pewarta: Victorianus Sat Pranyoto
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































