Inggris uji coba rudal jarak jauh sebelum dipasok ke Ukraina

3 hours ago 3

Moskow (ANTARA) - Inggris melakukan uji coba rudal jarak jauh baru yang akan dipasok ke Ukraina, seperti dilaporkan surat kabar The Telegraph pada Sabtu, yang mengutip sumber Kementerian Pertahanan (Kemenhan).

Pada Januari, Kemenhan mengumumkan pihaknya sedang mengembangkan rudal balistik presisi, yang dijuluki Nightfall dan memilki kemampuan jangkauan lebih dari 500 kilo meter (311 mil) untuk militer Ukraina.

Inggris berencana untuk segera mengirim senjata tersebut ke Ukraina untuk meluncurkan serangan ke Moskow, katanya.

Rudal tersebut dilaporkan telah diuji di sebuah lapangan tembak di Hebrides di lepas pantai Skotlandia dan akan dilakukan uji coba lebih lanjut di Inggris dalam beberapa bulan mendatang.

Senjata eksperimental tersebut akan dilengkapi dengan hulu ledak seberat 250 kilogram (551 pon) dan mampu terbang dengan kecepatan hampir 600 kilometer per jam.

Tiga perusahaan Inggris — MGI Engineering, produsen Storm Shadow MBDA, dan Rotron Aerospace — berhasil memenangi tender untuk pengembangan senjata tersebut tahun lalu.

Kontrak awal yang disebut Project Brakestop bernilai sekitar 5 juta poundsterling (sekitar Rp117 miliar), kemudian ditambah 15 juta poundsterling (sekitar Rp532 miliar).

Presiden Rusia Vladimir Putin pada 2024 memperingatkan bahwa negara-negara Barat yang memberikan bantuan militer kepada Ukraina adalah pihak yang terlibat dalam konflik dan pemasokan senjata presisi jarak jauh ke Kiev merusak keamanan global.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan pengiriman yang berisi senjata untuk Ukraina adalah target yang sah bagi Rusia.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Baca juga: Trump: Konflik Ukraina takkan terjadi jika Rusia tetap di G8

Baca juga: Senator AS usul aset Rusia dipakai beli senjata untuk Ukraina

Baca juga: Rusia klaim temukan bukti baru pengembangan senjata biologis Ukraina

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |