Jakarta (ANTARA) - Indonesian National Ferry Owner Association & Port (INFA & Port) memastikan seluruh kapal anggotanya telah memenuhi standar kelaikan dan keselamatan untuk melayani angkutan penyeberangan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 dengan aman dan nyaman.
Ketua Umum INFA & Port JA Barata dalam bincang bersama awak media di Jakarta, Senin, mengatakan seluruh anggota asosiasi telah memastikan kapal-kapalnya memenuhi persyaratan teknis keselamatan, mulai dari proses docking hingga pemeriksaan kelayakan oleh pihak berwenang.
"Sebetulnya semua keselamatan kan sudah ada persyaratannya. Seperti kapal-kapal itu kan sebelumnya kan sudah melalui docking, kemudian ada pemeriksaan dari marine inspector (pejabat pemeriksa keselamatan kapal Kementerian Perhubungan), itu semua dilalui," kata Barata.
INFA menegaskan komitmennya menjaga keselamatan transportasi penyeberangan nasional melalui dengan pemenuhan seluruh standar operasional yang telah ditetapkan pemerintah.
Menurut Barata, pemeriksaan kapal dilakukan secara menyeluruh sebelum beroperasi, termasuk pengecekan kondisi lambung, mesin dan alat keselamatan, untuk memastikan kapal benar-benar siap melayani penumpang di lintasan penyeberangan.
“Setiap kapal penyeberangan yang beroperasi berada di lintasan tetap, sehingga seluruh aspek keamanannya dapat dipantau dengan mudah dan terukur oleh petugas serta pihak berwenang,” ujarnya menegaskan.
Meski bukan lembaga pengawas, INFA secara rutin mengirimkan pembaruan ketentuan keselamatan kepada seluruh anggota agar setiap operator kapal selalu mematuhi standar nasional yang berlaku sepanjang tahun.
Ketua Umum INFA & Port JA Barata (tengah) dalam bincang bersama awak media di Jakarta, Senin (10/11/2025). ANTARA/HariantoDia menekankan bahwa tanggung jawab keselamatan bukan hanya pada asosiasi, tetapi juga menjadi kewajiban penuh nakhoda dan operator kapal yang harus memastikan kelayakan armadanya sebelum berlayar.
“Nakhoda memiliki wewenang mutlak. Jika menemukan ketidaksesuaian atau potensi risiko di kapal, mereka berhak menunda pelayaran demi keselamatan seluruh penumpang dan kru,” jelasnya.
Selain memastikan kepatuhan teknis, INFA juga berperan aktif memberikan sosialisasi dan bimbingan kepada anggota tentang pentingnya budaya keselamatan yang menjadi fondasi utama transportasi penyeberangan nasional.
Barata juga menuturkan bahwa INFA terus berkoordinasi dengan pemerintah dan asosiasi terkait lainnya guna memastikan kesiapan armada, pelabuhan, serta kelancaran operasional di lapangan.
Koordinasi intensif tersebut dilakukan melalui forum bersama yang diinisiasi oleh Kementerian Perhubungan, membahas kesiapan teknis, potensi lonjakan penumpang, hingga pengaturan waktu keberangkatan agar tetap efisien dan aman.
“Kami selalu mendorong anggota untuk siap setiap saat, bukan hanya saat periode padat seperti Natal dan tahun baru agar standar keselamatan menjadi bagian dari rutinitas pelayanan transportasi,” tutur Barata.
Dengan sinergi antara asosiasi, operator dan pemerintah, INFA optimistis penyelenggaraan angkutan penyeberangan Natal dan tahun baru kali ini akan berjalan lancar, aman, serta memberikan kenyamanan bagi seluruh pengguna jasa.
Selaku asosiasi yang kini berusia 10 tahun, INFA menaungi 16 anggota pemilik usaha di bidang transportasi penyeberangan dengan 18 pelabuhan penyeberangan yang dikelola dan 90 kapal feri yang dioperasikan.
Baca juga: ASDP: "Rebranding" INFA & PORT perkuat industri penyeberangan
Baca juga: INFA siapkan 53 Kapal Ferry untuk mudik antar pulau
Baca juga: Permenhub 122 dinilai INFA Merak membuat pengurusan kapal makin mudah
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































