Jakarta (ANTARA) - PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan PT FiberHome Technologies Indonesia selaku anak usaha FiberHome Telecommunication Technologies Co. Ltd, yaitu perusahaan teknologi telekomunikasi berasal dari China.
Kedua entitas tersebut menjalin kerja sama dalam rangka pembangunan megaproyek infrastruktur kabel laut dan penguatan konektivitas antarpulau di Indonesia.
Direktur Utama INET, Muhammad Arif dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis, mengatakan kolaborasi ini merupakan lompatan kuantum bagi perseroan dalam memperkuat portofolio infrastruktur digital nasional dan regional.
"Pontianak memiliki posisi geopolitik dan geografis yang sangat strategis sebagai gerbang alternatif konektivitas global Indonesia. Melalui pembangunan cabang ini, INET tidak hanya melipatgandakan kapasitas jaringan internasionalnya, tetapi juga membangun fondasi kuat untuk memangkas kesenjangan digital di dalam negeri," ujar Arif.
Kerja sama kedua entitas mencakup partisipasi aktif dalam pembangunan ASEAN Fiber Connect System (AFC System), pengembangan cabang (branching) kabel laut menuju Pontianak, pembangunan konektivitas domestik antarpulau, serta pemanfaatan kapal khusus FH-21 untuk instalasi dan pemeliharaan jangka panjang.
AFC System merupakan sistem transmisi serat optik bawah laut berkapasitas tinggi yang dirancang untuk menghubungkan pusat ekonomi Asia, mulai dari Hong Kong, Malaysia, Singapura, hingga Indonesia.
Baca juga: INET pacu ekspansi demi perkuat posisi di ekosistem digital nasional
Baca juga: Sinergi Inti Andalan teken "termsheet" akuisisi 60 persen saham THC
Dalam proyek ini, INET memegang peran kunci sebagai landing station partner (mitra pendaratan) di Indonesia, sekaligus mengamankan hak akses kapasitas (capacity rights) langsung pada jaringan utama AFC System.
Dari sisi pembagian kompetensi teknologi dan operasional, FiberHome akan memimpin penyediaan teknologi mutakhir, rekayasa sistem (system engineering), dan eksekusi teknis laut.
Sementara itu, INET bertindak sebagai jangkar lokal yang bertanggung jawab penuh atas penyediaan fasilitas pendaratan kabel (landing station), pembangunan infrastruktur darat (terrestrial), serta pemenuhan regulasi dan perizinan di Indonesia.
"Proyek ini mencakup siklus penuh infrastruktur telekomunikasi, mulai dari perancangan sistem, pengadaan perangkat, penggelaran (deployment), hingga pengoperasian jaringan," ujar Arif.
Dalam rangka menjamin keberlanjutan dan efisiensi operasional (operational excellence), INET dan FiberHome mengamankan aset strategis berupa kapal khusus FH-21.
Kapal tersebut dirancang secara spesifik untuk menangani pemasangan, pemeliharaan preventif, hingga mitigasi gangguan darurat (cable repair) di laut dalam.
"Pada fase krusial ini, fokus kami adalah memastikan kesiapan teknis yang presisi, kepatuhan regulasi, tata kelola proyek (project governance) yang akuntabel, serta mitigasi risiko yang terukur," ujar Arif.
INET menegaskan bahwa rincian komersial dan dampak terhadap kinerja keuangan perseroan akan dirilis secara transparan kepada publik dan otoritas bursa, seiring perkembangan proyek sesuai dengan prinsip keterbukaan informasi dan regulasi pasar modal yang berlaku.
Baca juga: INET akan bangun jaringan serat optik sepanjang 430 km di Jabodetabek
Baca juga: INET gandeng WIFI perluas pemasaran jaringan internet di Jawa Barat
Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































