Indonesia kantongi lisensi tuan rumah kompetisi global dansa Latin

1 day ago 4

Jakarta (ANTARA) - Penyelenggara Indonesian International Latin Festival & Asia-Pacific Salsa Summit mengantongi lisensi penyelenggaraan The Summit Championship dari New York sehingga Indonesia menjadi negara pertama di kawasan Asia Pasifik yang menjadi tuan rumah ajang tersebut.

Kepastian itu disampaikan Co-Founder sekaligus Co-Owner The Summit Championship New York Billy Fajardo yang menilai Indonesia memiliki posisi strategis untuk menggelar kompetisi tersebut.

"Kami bangga memberikan lisensi resmi kepada Indonesian International Latin Festival & Asia-Pacific Salsa Summit sebagai penyelenggara pertama The Summit Championship di Indonesia sekaligus yang pertama di kawasan Asia Pasifik," kata Billy Fajardo dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa.

Baca juga: Kompetisi tari internasional digelar di Bali pada 18-19 Mei

Kompetisi perdana akan digelar di sebuah resor di kawasan Kuta, Bali, pada 30 Juli hingga 3 Agustus 2026.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif Irene Umar mengatakan Indonesia menyambut kehadiran komunitas dansa dari berbagai negara untuk berkompetisi, berkolaborasi, serta bertukar budaya dan pengetahuan.

"Kami menyambut para peserta internasional serta mendorong seluruh kompetitor untuk menjunjung sportivitas dan menikmati proses belajar," kata Irene.

Baca juga: National Dance Competition ajak berkarya dengan sentuhan nusantara

Penyelenggara menargetkan 300 hingga 500 penari dan pelaku seni mengikuti edisi perdana tersebut, dengan sekitar 70 persen peserta diproyeksikan berasal dari mancanegara.

Peserta diperkirakan datang dari berbagai negara, antara lain Australia, Jepang, Korea Selatan, China, Singapura, Malaysia, India, Selandia Baru, serta Indonesia.

Executive Producer Indonesian International Latin Festival & Asia-Pacific Salsa Summit Tiara Josodirdjo mengatakan penyelenggara menargetkan jumlah peserta meningkat menjadi lebih dari 1.000 orang pada penyelenggaraan mendatang.

Baca juga: TRCC sabet 2 gelar juara di 11th Bali International Choir Festival

"Kami berharap ini semakin membuka peluang kolaborasi global sekaligus menginspirasi lebih banyak generasi muda untuk menjadikan seni tari sebagai bagian dari gaya hidup yang sehat, positif, dan mampu mempererat hubungan antarmanusia melalui bahasa universal, yaitu musik dan gerakan," kata Tiara.

Selama lima hari, penyelenggara akan menggelar kompetisi internasional untuk kategori Salsa dan Bachata, lokakarya Salsa, Bachata, dan Kizomba bersama instruktur internasional, serta kegiatan pendukung seperti social dancing, jejaring komunitas, dan after party yang menghadirkan juri, instruktur, serta disjoki dari berbagai negara.

Baca juga: Disbud Bali mulai FSBJ dengan kompetisi tari moderen

Baca juga: Kompetisi tari iForte wadah generasi muda ekspresikan kreativitas seni

Pewarta: Abdu Faisal
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |