Indonesia-Kamboja komitmen perkuat kolaborasi berantas penipuan daring

4 hours ago 2

Phnom Penh (ANTARA) - Kamboja dan Indonesia berjanji untuk memperkuat kerja sama dalam memerangi penipuan daring, dengan menggambarkan penipuan berbasis teknologi sebagai isu global yang kompleks yang membutuhkan kolaborasi internasional, demikian pernyataan pers yang dikeluarkan pada hari Rabu oleh Komisi Kamboja untuk Pemberantasan Penipuan Daring (CCOS).

Komitmen tersebut disepakati dalam sebuah pertemuan di Phnom Penh pada Selasa (28/7) sore waktu setempat antara Menteri Senior Kamboja Chhay Sinarith, yang juga menjabat sebagai kepala Sekretariat CCOS, dan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Indonesia Arif Havas Oegroseno yang sedang berkunjung.

Sinarith menekankan komitmen kuat Kamboja untuk memberantas penipuan daring, seraya mengungkapkan bahwa untuk berbagi pengalaman dan membahas langkah-langkah penanganan lebih lanjut, Kamboja akan menyelenggarakan Konferensi Internasional tentang Pemberantasan Penipuan Daring (International Conference on Combating Online Scams) di Phnom Penh pada 23 hingga 24 September mendatang.

Sementara itu, Arif Havas Oegroseno memuji penindakan keras yang dilakukan Kamboja, seraya menuturkan bahwa penipuan daring membentuk ekosistem penipuan global yang memerlukan tindakan bersama untuk membongkarnya.

Wamenlu menambahkan bahwa Indonesia siap mendukung Kamboja dengan memperkuat kapasitas aparat penegak hukum dan meningkatkan kerja sama lintas batas.

Kamboja telah meluncurkan penindakan keras secara nasional yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap jaringan penipuan siber guna memastikan keselamatan masyarakat dan memulihkan citra internasionalnya.

Menurut pernyataan pemerintah yang dirilis pada Jumat (24/7) lalu, otoritas Kamboja telah menutup 737 pusat penipuan daring di seluruh negeri, termasuk 72 kasino, pada periode Juni 2025 sampai Juni 2026. Hingga Juni tahun ini, sebanyak 21.102 warga negara asing dari 38 kewarganegaraan telah dideportasi terkait dengan operasi-operasi ilegal tersebut.

Pewarta: Xinhua
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |