Indomobil eMotor sebut insentif dorong penjualan motor listrik

7 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - PT Indomobil eMotor Internasional menilai keberadaan subsidi atau insentif dari pemerintah berpotensi mendorong pertumbuhan penjualan motor listrik di Indonesia, meskipun transisi masyarakat ke kendaraan listrik diyakini tetap akan berjalan seiring meningkatnya kesadaran terhadap efisiensi biaya operasional saat ini.

CEO PT Indomobil eMotor Internasional Pius Wirawan mengatakan masyarakat saat ini masih menaruh harapan agar skema insentif pembelian motor listrik yang pernah diterapkan pemerintah dapat kembali dilanjutkan.

“Masyarakat ini sudah banyak mendapatkan informasi yang valid maupun yang tidak valid. Jadi mereka sebetulnya mengharapkan skema yang lama dilanjutkan saat ini,” kata Pius Wirawan saat ditemui di sela peluncuran motor listrik Tyranno X pada Jakarta Fair 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Sabtu.

Menurut dia, apabila skema sebelumnya kembali diterapkan, masyarakat akan lebih mudah memahami mekanismenya karena program tersebut telah berjalan sebelumnya.

“Kalau skema yang sebelumnya itu dijalankan tentunya masyarakat akan lebih paham karena sudah pernah jalan,” ujarnya.

Baca juga: MTI usul insentif motor listrik diprioritaskan untuk daerah terpencil

Pius menilai insentif tetap memiliki peran penting dalam mempercepat adopsi kendaraan listrik. Meski peralihan menuju kendaraan listrik diperkirakan akan terus berlangsung, keberadaan subsidi dinilai dapat memberikan dorongan tambahan bagi konsumen untuk segera melakukan pembelian.

“Jadi apakah harus ada subsidi? Menurut saya tidak. Tapi apakah dengan ada subsidi akan meningkatkan penjualan? Menurut saya iya,” katanya.

Ia juga melihat tren pergeseran ke motor listrik mulai terjadi di masyarakat seiring meningkatnya pemahaman terhadap keunggulan kendaraan listrik, terutama dari sisi efisiensi penggunaan.

Selain besaran insentif, Pius menekankan pentingnya kepastian dan keberlanjutan kebijakan bagi industri maupun konsumen.

Menurut dia, kebijakan yang berkelanjutan akan membantu masyarakat dalam merencanakan pembelian kendaraan sekaligus memberikan kepastian bagi produsen dalam menyusun rencana produksi.

“Kalau kita bicara sustainability atau keberlanjutan tentunya iya, karena tidak mungkin untuk masyarakat merencanakan pembeliannya tidak pasti, ataupun perusahaan pabrik merencanakan produksinya juga tidak pasti,” ujarnya.

Ia menambahkan, pertumbuhan industri motor listrik di Indonesia akan lebih sehat apabila berlangsung secara bertahap dan stabil dalam jangka panjang.

Baca juga: Pengamat sarankan kuota insentif EV 2026 motor lebih besar dari mobil

“Jadi yang paling bagus sebetulnya untuk masa depan produk motor listrik di Indonesia adalah sustainability menurut saya, pertumbuhan yang berlanjut, tidak yang gini-gini naik langsung tapi lebih gradual dan lebih stabil,” kata Pius.

Peraturan Menteri Keuangan (PMK) mengenai insentif pajak kendaraan listrik ditargetkan terbit pada Juli 2026, setelah sebelumnya diundur dari target awal pada Juni 2026 karena pemerintah masih menghitung dan memfinalisasi skema insentif.

Sebelumnya, pemerintah menyiapkan bantuan pembelian motor listrik sebesar Rp5 juta per unit. Pada tahap awal, kuota insentif disiapkan untuk 100.000 unit motor listrik.

Sementara itu, program bantuan pembelian motor listrik baru yang sempat berjalan dalam beberapa tahap sejak 2023 hingga 2024 yakni bantuan sebesar Rp7 juta per unit untuk pembelian motor listrik baru yang memenuhi persyaratan TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri).

Baca juga: AISI tunggu keputusan pemerintah soal kelanjutan subsidi motor listrik

Baca juga: AISMOLI dorong pemberlakuan subsidi dalam pembelian motor listrik

Pewarta:
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026

Read Entire Article
Rakyat news | | | |