Kota Bogor (ANTARA) - Himpunan Alumni IPB University memberikan penghargaan kepada 100 alumni terkemuka (Top 100 Alumni Prominent) di Bogor, Jawa Barat, Kamis malam, dalam rangkaian acara Pesta Rakyat Alumni IPB Pulang Kampus (PRA IPK) pada 18-21 Desember 2025.
Direktur Kerjasama, Komunikasi, dan Pemasaran IPB University Dr Alfian Helmi kepada Antara saat ditemui di lokasi acara di Graha Widya Wisuda IPB Kampus Dramaga, Kabupaten Bogor, mengatakan penghargaan kepada 100 alumni terkemuka itu diberikan kepada mereka yang telah berkiprah di tingkat nasional, bahkan internasional, dalam sejumlah kategori pejabat, akademisi, dan professional.
"Termasuk Pak Susilo Bambang Yudhoyono," katanya mengenai salah seorang alumni IPB, yakni Presiden ke-6 RI (2004-2014) Susilo Bambang Yudhoyono yang memperoleh penghargaan tersebut untuk kategori Super Prominent.
Ia berharap antara IPB University dan Himpunan Alumni IPB semakin terhubung lebih dekat dan erat serta memperkuat jaringan antara kampus dengan alumni yang tersebar di berbagai tempat di banyak bidang.
Informasi yang diperoleh dari PRA IPK 2025 di Kota Bogor menyebutkan penghargaan kepada 100 alumni terkemuka itu dikemas dalam Forum Meja Bundar (Round Table Forum).
Selain Rektor IPB Dr Alim Setiawan Slamet, Ketua Umum Himpunan Alumni IPB Walneg S Jas, Susilo Bambang Yudhoyono selaku Alumni juga dijadwalkan memberikan sambutan.
Sejumlah pimpinan BUMN seperti Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Perum LKBN Antara Nina Kurnia Dewi dan Direktur Keuangan, SDM, dan Manajemen Risiko Perum PNRI Dhita Febrianty, yang juga alumni IPB menerima undangan penganugerahan Top 100 Alumni Prominent tersebut.
Disebutkan pula bahwa forum tersebut menjadi ajang penghagraan bagi alumni terkemuka IPB di seluruh Indonesia yang telah berdedikasi dan berprestasi di bidang masing-masing.
Baca juga: SBY dinobatkan sebagai Super Alumni Prominent IPB
Pewarta: Heri Sutarman
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































