Palu (ANTARA) - Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Anwar Hafid menegaskan peringatan wafat (haul) pendiri Perguruan Alkhairaat merupakan bukti kecintaan kepada Habib Sayyid Idrus bin Salim Aljufri atau Guru Tua.
“Kalau bukan karena cinta kepada Guru Tua, tidak mungkin kita ada di sini. Ini adalah cinta yang tidak terbatas,” katanya saat menghadiri Haul ke-58 Guru Tua di Kompleks Alkhairaat, Kota Palu, Rabu.
Di hadapan puluhan ribu jamaah, gubernur menegaskan kehadiran masyarakat bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan bukti cinta yang melampaui ruang dan waktu. Menurut dia, hanya sekitar 20 persen Abnaulkhairaat yang hadir pernah bertemu Habib Idrus.
“Selebihnya tidak pernah bertemu, termasuk saya,” ujar Ketua Komda Alkhairaat Morowali itu.
Lebih lanjut dia menambahkan, menurut penuturan orang tuanya, Guru Tua wafat tiga bulan setelah dia dilahirkan. Namun, karena kecintaan kepada Guru Tua, tanpa bertemu fisik pun membuktikan keberadaan Guru Tua sampai saat ini.
Baca juga: Gubernur Sulteng: Guru Tua adalah pendidik sejati
Gubernur juga mengajak seluruh Abnaul Khairaat untuk membuktikan kecintaan tersebut melalui tindakan nyata, bukan sekadar menghadiri haul atau mengenang sosok beliau.
“Tanda cinta kita bukan hanya hadir di haul, bukan hanya memasang foto. Tanda cinta kita adalah melanjutkan perjuangan Guru Tua,” katanya menegaskan.
Menurut Anwar, Guru Tua tidak mewariskan apapun, tetapi guru tua mewariskan pendidikan. Semua orang di dunia ini percaya, untuk mengubah nasib, tidak ada jalan lain selain pendidikan.
Kondisi terkini Alkhairaat tidak kurang dari sepuluh juta Abnaulkhairaat tersebar di seluruh Indonesia. Khusus di bidang pendidikan, Alkhairaat memiliki satu perguruan tinggi, sekitar 50 pondok pesantren, serta 1.700 madrasah pada seluruh tingkatan pendidikan.
Puluhan ribu orang menghadiri peringatan wafatnya pendiri Perguruan Alkhairaat atau Haul ke-58 Habib Sayyid Idrus bin Salim Aljufri atau Guru Tua dipusatkan di Komples Perguruan Alkhairaat, Kota Palu, Rabu.
Warga Alkhairaat (Abnaulkhairaat) berdatangan dari berbagai daerah di seluruh Indonesia, tumpah ruah di lapangan kompleks Alkhairaat seluas satu hektar. Bahkan, pengunjung membludak hingga ke Jalan Sis Aljufri Kota Palu, depan Kantor Pengurus Besar (PB) Alkhairaat.
Peringatan Haul ke-58 jatuh pada Rabu, 12 Syawal/1 April 2026 mengusung tema, meneguhkan spirit keteladanan Guru Tua dalam bingkai peradaban ilmu dan akhlak. Sebelum puncak haul, telah dilaksanakan Festival Raudhah SIS Aljufri sejak 28 hingga 30 Maret 2026.
Baca juga: Rais Syuriah NU: Guru Tua inspirasi pendidikan dan dakwah nusantara
Baca juga: Pemkot Palu kerahkan petugas bersihkan sampah di lokasi haul Guru Tua
Pewarta: Fauzi
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































