Visakhapatnam, India (ANTARA) - GMR Group, perusahaan multinasional India yang bergerak di bidang infrastruktur, menilai akses penerbangan langsung dapat memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan India, terutama dengan mendorong arus ekonomi dan pariwisata kedua negara.
Business Chairman International Airports & Energy GMR Group Srinivas Bommidala mengatakan konektivitas langsung membuka lebih banyak peluang aktivitas bisnis dan budaya antara masyarakat Indonesia dan India.
“Hal pertama yang saya rasa penting adalah konektivitas langsung yang harus menjadi prioritas. Begitu konektivitas langsung tersedia, saya pikir hubungan antara kedua negara akan semakin erat,” kata Bommidala kepada ANTARA di Visakhapatnam, India, Senin.
Pernyataan tersebut disampaikan saat membahas peluang pengembangan Bandara Internasional Alluri Sitarama Raju (Bandara Bhogapuram) yang dijadwalkan mulai beroperasi pada 17 Agustus 2026.
Bandara yang berlokasi di Negara Bagian Andhra Pradesh itu dikembangkan untuk menjadi salah satu gerbang utama penerbangan di pantai timur India.
Keberadaan bandara tersebut membuka peluang bagi maskapai internasional untuk mengembangkan rute menuju berbagai negara, termasuk Indonesia.
Menurut Bommidala, semakin banyak pilihan rute akan meningkatkan mobilitas masyarakat kedua negara. Peningkatan arus penumpang tersebut pada akhirnya dapat mendorong aktivitas ekonomi dan pariwisata.
“Begitu masyarakat mulai bepergian dari satu negara ke negara lainnya, akan terjadi pertukaran lintas budaya dan muncul berbagai kebutuhan. Saya pikir itu akan menjadi langkah awal yang baik,” ujarnya.
Sementara itu, Executive Director and Chief Innovation Officer GMR Airports SGK Kishore mengatakan Indonesia memang menjadi salah satu pasar yang diprioritaskan dalam pengembangan jaringan penerbangan internasional Bandara Bhogapuram.
Selain Indonesia, GMR Airports turut membidik Vietnam, Filipina, dan Yunani sebagai pasar potensial untuk pengembangan rute internasional.
“Daripada harus transit melalui hub lain, kami ingin menghadirkan konektivitas langsung. Jadi, kami ingin menjadikan bandara ini sebagai sebuah hub,” katanya.
Adapun Bandara Bhogapuram dibangun dengan investasi lebih dari 56,4 miliar rupee atau sekitar 591 juta dolar AS oleh GMR Visakhapatnam International Airport Limited melalui skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU).
Untuk tahap pertama, bandara itu ditargetkan mampu melayani hingga enam juta penumpang per tahun. Kapasitas tersebut selanjutnya akan dikembangkan hingga lebih dari 40 juta penumpang per tahun.
Baca juga: Indonesia dan India buka kemitraan di sektor digital
Pewarta: Bayu Saputra
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































