GMR bidik Indonesia dalam perluasan rute Bandara Bhogapuram India

2 days ago 2

Visakhapatnam, India (ANTARA) - GMR Airports Limited (GMR Airports), salah satu pengelola jaringan bandara internasional, memprioritaskan Indonesia dalam pengembangan rute Bandara Internasional Alluri Sitarama Raju (Bandara Bhogapuram) di Bhogapuram, Provinsi Andhra Pradesh, India.

Indonesia dinilai menjadi pasar strategis bagi GMR Airports untuk memperkuat konektivitas rute India dan Asia Tenggara, sekaligus membuka akses penerbangan langsung menuju sejumlah destinasi internasional.

“Jadi, visi kami adalah daripada harus transit melalui hub lain, kami ingin menghadirkan konektivitas langsung. Jadi, kami ingin menjadikan bandara ini (Bandara Bhogapuram) sebagai sebuah hub,” kata Executive Director and Chief Innovation Officer GMR Airports, SGK Kishore di Visakhapatnam, India, Sabtu.

Pengembangan sejumlah rute baru menjadi bagian dari visi perusahaan untuk menjadikan Bandara Bhogapuram sebagai hub penerbangan baru di pantai timur India.

Kishore menerangkan konektivitas rute dengan Indonesia menjadi penting karena Bandara Bhogapuram berada di kawasan pantai timur India yang memiliki posisi strategis untuk menghubungkan India dengan Asia Tenggara, Timur Tengah, hingga Eropa.

Dengan posisi geografis tersebut, Kishore berharap kota Bhogapuram bisa berkembang menjadi pusat penerbangan yang memungkinkan penumpang dari India menuju berbagai destinasi internasional secara langsung.

Selain Indonesia, GMR Airports juga tengah membidik Vietnam, Filipina, dan Yunani sebagai pasar potensial untuk pengembangan rute internasional. Maka, GMR Airports saat ini sedang menjalin komunikasi dengan sejumlah maskapai domestik dan internasional, termasuk Air India dan IndiGo, untuk membuka rute penerbangan langsung bagi penumpang maupun kargo.

Adapun Bandara Bhogapuram diresmikan oleh Perdana Menteri (PM) Narendra Modi pada Sabtu waktu setempat (1/8).

Bandara ini dibangun dengan biaya lebih dari 56,4 miliar rupee atau sekitar 591 juta dolar AS oleh GMR Visakhapatnam International Airport Limited melalui skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU).

Untuk tahap pertama, Bandara Bhogapuram ditargetkan mampu melayani hingga enam juta penumpang per tahun. Kapasitas itu selanjutnya akan dikembangkan hingga lebih dari 40 juta penumpang per tahun.

Bandara Bhogapuram berdiri di atas lahan seluas 2.200 acre atau sekitar 890 hektare, dengan tambahan 500 acre yang disiapkan untuk pengembangan pada masa mendatang.

Proyek tersebut dirampungkan hanya dalam waktu 2 tahun 5 bulan, dan dijadwalkan mulai beroperasi penuh pada 17 Agustus 2026.

Bandara ini juga dilengkapi pusat operasi prediktif berbasis kecerdasan buatan (AI-enabled Airport Predictive Operations Centre/APOC), DigiYatra, teknologi layanan mandiri, serta infrastruktur berkelanjutan.

Dalam jangka panjang, Bhogapuram diproyeksikan menjadi gerbang utama kawasan pantai timur India.

“Kami sudah menyiapkan infrastrukturnya (Bandara Vizag). Bandara ini dirancang secara modular sehingga fasilitasnya bisa diperluas seiring dengan pertumbuhan lalu lintas (traffic). Kami juga ingin bekerja sama dengan berbagai maskapai internasional untuk menghadirkan konektivitas penerbangan langsung ke sini (India),” tambah Kishore.

Baca juga: PM Modi resmikan Bandara Internasional Alluri Sitarama Raju di India

Baca juga: Indonesia dan India buka kemitraan di sektor digital

Pewarta: Bayu Saputra
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |