Gejolak batin yang tak bisa diungkapkan ibu dalam “Cerita Lila”

1 day ago 4

Jakarta (ANTARA) - Di tengah maraknya film horor yang mengangkat kisah mengenai budaya sebuah daerah, Sutradara Bobby Prasetyo justru memilih untuk mengangkat gejolak batin dan beban berat yang dipikul oleh sosok ibu.

Perasaan yang lama dipendam oleh seorang ibu justru dapat membawa hal buruk dalam keluarga.

Hal inilah yang ditampilkan secara gamblang dalam sebuah film berjudul “Cerita Lila” yang digarapnya bersama aktris, sekaligus praktisi supranatural Sara Wijayanto.

Bobby ingin cerita yang berasal dari kejadian nyata itu dapat menjadi pengingat bagi penonton bahwa ibu pun merupakan seorang manusia yang tidak luput dari kesalahan dan tak melulu bisa bersikap kuat.

Penonton diajak untuk melihat emosi yang kompleks serta melihat masalah dari sudut pandang karakter Tari (Lutesha) dan Rahma (Shareefa Daanish).

Kedua karakter itu mempunyai inti masalah yang sama: tidak beruntung dalam masalah percintaan dan harus bekerja keras untuk menghidupi anak-anaknya.

Baik Tari maupun Rahma mendapatkan tekanan dari sisi pekerjaan dan merasakan kekecewaan terhadap pasangan maupun hidup.

Namun, keduanya mengambil cara yang berbeda dalam menyelesaikan masalah masing-masing.

Kesalahan ibu

Selama film diputar, tim produksi menggunakan alur maju-mundur. Meski demikian, dapat dipastikan alurnya rapih dan tidak membingungkan.

Film dibuka dengan hari-hari Tari yang mencari pembeli untuk rumah kosong yang diminta atasannya untuk dijual. Rumah itu sudah lama tidak berpenghuni dan selalu sulit untuk dijual.

Setiap kali ada calon pembeli yang mampir, rumah itu selalu menunjukkan energi gelap dan mistis.

Nasibnya makin menyedihkan, ketika Tari dan anaknya Nia (Myesha Lin) diusir dari rusun tempatnya tinggal karena menyebabkan kebakaran di unit mereka. Dibanding mendapatkan cemooh dari mantan suaminya, Tari memilih untuk membawa Nia tinggal di rumah kosong itu sementara waktu.

Sejak awal sebenarnya Tari sudah merasakan firasat buruk, namun hal itu diabaikannya dan berusaha mengubah rumah itu menjadi tempat tinggal yang nyaman untuk Nia.

Ikatan antara Tari dan Nia diperlihatkan secara kuat dan saling pengertian. Meski usia Nia masih terbilang kecil, anak itu digambarkan sebagai sosok yang pengertian, murah senyum dan gemar membantu ibunya.

Semuanya berubah ketika Nia menjalin pertemanan dengan seorang anak kecil bernama Lila (Firzanah Alya), arwah seorang gadis kecil yang masih terikat pada masa lalunya dan terus mencari Lili, saudari kembarnya yang hilang.

Editor: Masuki M. Astro
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |