FIFA wajibkan tim putri miliki pelatih atau asisten pelatih perempuan

5 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - FIFA mewajibkan tim-tim putri memiliki setidaknya dua orang perempuan sebagai anggota staf di bangku cadangan, dengan salah satunya merupakan pelatih atau asisten pelatih, pada peraturan baru yang telah mereka sepakati.

Peraturan ini akan diterapkan di seluruh kompetisi putri FIFA, baik di tingkat negara maupun klub, dan berlaku segera. Turnamen pertama yang akan menjalankan aturan ini adalah Piala Dunia Putri U20 di Polandia pada September mendatang.

"Saat ini jumlah perempuan di dunia kepelatihan masih belum cukup. Kita harus berbuat lebih banyak untuk mempercepat perubahan dengan menciptakan jalur yang lebih jelas, memperluas peluang, dan meningkatkan visibilitas bagi perempuan di pinggir lapangan kita," kata Chief Football Officer FIFA, Jill Ellis, dikutip dari BBC, Jumat.

"Peraturan baru FIFA ini, yang dikombinasikan dengan program pengembangan yang terarah, menandai investasi penting bagi generasi pelatih perempuan saat ini maupun di masa depan," ujar dia menambahkan.

Baca juga: FIFA umumkan 11 pemain terbaik sepak bola putri

Keputusan tersebut diambil dalam rapat Dewan FIFA pada Kamis, menyusul terungkapnya fakta bahwa hanya 12 dari 32 pelatih kepala di Piala Dunia Wanita 2023 yang merupakan perempuan.

Pada praktiknya, jika sebuah tim putri tidak mampu memenuhi peraturan tersebut karena alasan tertentu, seperti misalnya karena masalah keuangan, maka FIFA diharapkan akan turun tangan untuk membantu mencari solusi.

Meski telah terdapat peraturan itu, namun sebuah tim tidak harus memecat pelatih pria untuk memberi ruang bagi pelatih perempuan.

Namun, peraturan baru ini akan dicantumkan dalam perjanjian peserta kompetisi, sehingga ini menjadi aturan yang wajib dipatuhi oleh setiap tim.

Perubahan peraturan tindak lanjut dari seruan Presiden FIFA Gianni Infantino yang menginginkan lebih banyak perempuan menduduki peran penting dalam sepak bola.
Pada kongres UEFA di Brussels tanggal 12 Februari, Infantino sempat menyuarakan dukungannya untuk perubahan peraturan itu.

"Kita harus mendukung lebih banyak perempuan di posisi sepak bola dan putri secara umum. Mungkin sebenarnya kita juga membutuhkan lebih banyak pelatih perempuan di tim-tim putri,” tutur Infantino saat itu.

Baca juga: Ikut arahan FIFA, AFC setop "bidding" tuan rumah Piala Asia 2031-2035

Baca juga: FIFA pastikan gelar FIFA ASEAN Cup September-Oktober 2026

Penerjemah: A Rauf Andar Adipati
Editor: Gilang Galiartha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |