Bupati Tapteng: Perayaan malam takbir dirayakan secara sederhana

4 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu mengatakan bahwa perayaan malam takbir yang dipusatkan di Alun-Alun Pandan, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, dirayakan secara sederhana tidak seperti tahun sebelumnya mengingat situasi dan kondisi warga masih banyak yang dalam keadaan berduka.

“Jadi setelah melaksanakan sebulan penuh ibadah suci di bulan Ramadan, maka mereka (masyarakat Muslim) menyelenggarakan dan melaksanakannya dengan suasana yang sederhana,” kata Masinton Pasaribu di Halaman Masjid Agung Al Muslimin, Pandan, Jumat.

Menurut dia, perayaan pawai ini sebagai tradisi yang memang setiap tahun selalu dijalankan oleh umat Muslim di daerah tersebut.

Namun untuk tahun 2026 ini, masyarakat dari desa lain banyak yang tidak bisa ikut serta karena masih dalam kondisi berduka dan waspada.

Baca juga: Penyintas Aceh Tamiang dapat bantuan 25 huntap dari Yayasan Katolik

Baca juga: BPBD: Pembangunan huntara di Aceh Barat rampung

Masinton mengatakan sebagian besar masyarakat di lokasi bencana masih diselimuti oleh rasa khawatir ketika hujan turun, karena takut akan datangnya banjir susulan seperti yang terjadi pada beberapa pekan lalu.

"Tetap kita siaga dan waspada karena, kalau potensi hujan di hulu sangat deras disini ancaman bencananya adalah banjir serta longsor. Nah, ini tanpa mengurangi makna Idul Fitri, maka pawai takbiran ini diselenggarakan sebagai sebuah tradisi umat islam menyambut Hari Kemenangan,” ujar dia.

Meski kegiatan pawai malam takbir ini berbeda dari perayaan di tahun-tahun sebelumnya, Andhika Putra (30) salah seorang warga Kecamatan Pandan, masih merasa bersyukur bisa mengikuti kegiatan tahunan ini, sebagai perayaan kemenangan setelah melaksanakan ibadah di bulan Ramadan.

“Jadi menurut saya, pawai malam ini memang tidak sebesar malam-malam takbir sebelumnya. Mengingat, banyak dari saudara kita yang masih harus bangkit dari bencana banjir bandang beberapa waktu yang lalu,” kata Andhika.

Andhika yang datang bersama dengan keluarganya berharap pemerintah terus berupaya untuk memulihkan desa-desa yang terdampak dan memberikan perhatian kepada saudara-saudaranya.

Baca juga: Gayo Lues menuju raya dalam rekaman mata ANTARA

Baca juga: Penyintas seberang sungai dan tempu jalur darat untuk belanja Lebaran

Baca juga: Gembira dalam remang kehidupan huntara 3x4 meter jelang Lebaran

Pewarta: Chairul Rohman
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |