BPBD Cianjur: Rumah rusak akibat cuaca ekstrem menjadi 16 unit

4 hours ago 3
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun 16 kepala keluarga dengan jumlah jiwa sekitar 43 orang terpaksa mengungsi

Cianjur (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mendata dampak cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Cianjur menyebabkan kerusakan rumah bertambah menjadi 16 unit di tiga kecamatan, Jumat.

Sekretaris BPBD Cianjur Asep Sudrajat di Cianjur, Jumat, mengatakan pihaknya terus memperbaiki data dampak cuaca ekstrem yang melanda sebagai besar wilayah Cianjur dimana data terbaru sekitar 11 rumah di Desa Limbangan, Kecamatan Cianjur rusak.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun 16 kepala keluarga dengan jumlah jiwa sekitar 43 orang terpaksa mengungsi sementara ke rumah saudaranya karena sebagian besar rumah rusak di bagian atap.

"Data sementara rumah rusak di tiga kecamatan menjadi 16 rumah dengan rincian rusak berat lima rumah dan 11 rumah lainnya rusak sedang terutama di bagian atap akibat hujan deras disertai angin kencang," katanya.

Baca juga: AHY: Tidak ada kepadatan ekstrem di jalur tol selama mudik Lebaran

Penanganan cepat dilakukan, tutur dia, dimana sebagian besar warga yang rumahnya rusak membutuhkan terpal guna menutup bagian atap yang rusak, namun untuk sementara kepala keluarga mengungsikan anggota keluarganya di rumah saudara.

Sehingga, pihaknya tengah mengupayakan bantuan bagi warga yang mengalami musibah agar dapat kembali menghuni rumahnya, serta melakukan upaya penanganan cepat sebelum bantuan diterima.

Sebelumnya, tambah dia, data sementara dampak cuaca ekstrem terjadi di Kecamatan Kecamatan Sukaluyu dan Karangtengah, dimana akibat hujan deras disertai angin kencang dua rumah warga rusak berat dan tiga rumah rusak sedang akibat tertimpa pohon tumbang.

"Kami akan terus memperbaiki data terbaru dampak cuaca ekstrem yang terjadi menjelang waktu berbuka puasa terakhir di sejumlah kecamatan di Cianjur," katanya.

Baca juga: Waspadai risiko kesehatan saat cuaca panas ekstrem melanda Jakarta

Saat ini puluhan petugas dibantu Relawan Tangguh Bencana (Retana) masih menyisir sejumlah lokasi yang dilaporkan terdampak cuaca ekstrem pada Jumat petang.

"Kami imbau masyarakat untuk selalu waspada dan jeli membaca tanda alam akan terjadi bencana segera mengungsi ke tempat yang dinilai aman dan jangan panik guna menghindari hal yang tidak diinginkan," katanya.

Baca juga: DKI belum berencana lakukan hujan buatan meski cuaca panas ekstrem

Pewarta: Ahmad Fikri
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |